7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Puasa ternyata terbukti memberikan manfaat bagi menjalaninya, termasuk Puasa Ramadan. Dengan puasa, kita mendapatkan pahala dari ibadah yang telah kita lakukan dan berpotensi bebas dari api neraka.
Selain itu, puasa memberikan manfat bagi kesehatan tubuh. Puasa menurunkan kadar kolesterol dan gula dari tubuh sehingga mencegah obesitas dan penyakit kronis seperti jantung, diabetes, dan kanker.
Puasa memberi jeda bagi organ pencernaan untuk beristirahat sehingga bisa melakukan regenerasi sel.
Selain kesehatan fisik, puasa ternyata memberi manfaat bagi kesehatan mental. Ini manfaat puasa bagi rohani dan mental kita.
Banyak masalah memicu sakit kepala atau migraine. Hal ini karena stres mendorong kerja hormone kortisol sehingga menganggu kerja otak dan saraf.
Beberapa penelitian menunjukkan puasa malah meningkatkan hormone serotonin. Hormon ini ada di dalam otak yang mampu membuat kita lebih mudah tertawa, bahagia, santai, dan mampu mencegah sakit kepala karena stres.
Mencegah depresi

Manfaat puasa dapat mencegah depresi. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa puasa mengurangi gejala depresi dan kecemasan setelah dilakukan beberapa hari berturut-turut.
Penyebabnya karena puasa melepaskan endorfin lebih banyak di otak sehingga menjadi lebih tenang dan mudah gembira. Apalagi saat puasa di bulan Ramadan, gabungan antara iman dan puasa dapat mengurangi depresi atau kecemasan.
Puasa juga mengurangi agresifitas dan rasa takut kita. Rasa agresif membuat kita lekas marah dan terobsesi tujuan tanpa memperhatikan kemampuan.
Agresivitas dan takut muncul ketika otak kita merasa terancam. Dengan puasa, perasaan kita lebih tenang sehingga mengurangi ketakutan dan kemarahan yang dirasakan.
Meningkatkan kualitas tidur

Penelitian menunjukan puasa dapat membuat tidur jauh lebih nyenyak tanpa tiba-tiba terbangun. Setelah seminggu puasa, kualitas tidur akan meningkat. Kualitas tidur yang baik akan menyebabkan suasana hati yang lebih baik pula.
Membawa perubahan positif pada otak
Di bulan Ramadan, umat Islam berusaha lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Doa dan ibadah yang dilakukan setiap hari mempengaruhi perubahan positif dalam otak.
Penyebabnya kita lebih ikhlas dan pasrah meghadapi cobaan. Sikap pasrah dan ikhlas saat beribadah ini merangsang korteks prefrontal otak. Bagian ini menentukan kepribadian ekspresif, mengambil keputusan dan fungsi kognitif.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?