Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Immunity Sandesh (Foto: Twitter @ani)
Dream - Setelah pandemi Covid-19 merebak pada April di Kalkuta, India, semua warga berusaha menjaga imunitas lebih ekstra dari biasa. Mulai dari minuman ramuan hingga makan manisan.
Sebuah kedai manisan di India sampai membuat produk khusus bernama 'Immunity Sandesh'. Sang pembuat mengungkap kalau manisan tersebut tersebut dari 15 rempah alami dan tanpa gula atau pemanis buatan.
Hal ini karena rempah-rempah mengandung zat yang bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh. Sandesh tersebut ternyata terbuat dari campuran kapulaga, kunyit, licorice, daun salam, lada hitam, lengkuas, jahe, jintan hitam, dan bubuk pala.
Rempah-rempah juga bertindak sebagai penjaga sistem kekebalan tubuh. Pemilik toko menambahkan rempah-rempah dalam Sandesh untuk membantu menyehatkan tubuh pelanggannya, terutama menangkal virus corona.

Camilan ini rupanya mengundang kontroversi. Banyak orang yang menganggap kalau manisan itu hanya sekadar mencari keuntungan dengan adanya corona. Bagaimana menurut Sahabat Dream?
Sumber: Times of India
Dream - Bisnis apapun dalam situasi pandemi seperti sekarang memang harus melakukan berbagai cara agar bisa bertahan, termasuk bisnis kuliner. Pengusaha harus kreatif dan memutar otak agar penjualan mereka tetap berlangsung, keuntungan di dapat, tanpa mengabaikan keselamatan konsumen dan pegawai.

Sebuah terobosan dilakukan oleh toko daging mentah McCann's Local Meats yang berbasis di Amerika Serikat. Sebelum pandemi, toko ini menjual langsung daging kepada pembeli yang dagang ke toko. Terdapat pelayan yang melayani, namun hal itu sangat berisiko jika tetap dilakukan.
Mereka akhirnya membuat mesin penjual atau vending machine khusus daging. Mesin dirancang khusus untuk menjaga suhu daging tetap beku agar selalu segar. Pelanggan yang datang tinggal memasukkan sejumlah uang, menekan tombol untuk memilih daging yang diinginkan, setelah itu daging langsung ada di depan mata.
Tak perlu kontak dengan orang lain dan tetap menjaga jarak serta menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah menggunakan mesin. Dilansir dari Fox News, vending machine daging menjadi primadona baru untuk para pembeli di tengah pandemi virus Corona.

(Foto: FOxNews)
Kevin McCann, selaku pemilik toko mengaku harus mengisi ulang daging-daging steak sebanyak 4-5 kali dalam satu hari. Ia bercerita kalau dirinya tidak menyangka jika vending machine ini mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat.
Tak heran kalau daging di mesin ini laris manis. Selengkapnya baca di Diadona.id
Dream – Ada-ada saja yang dilakukan restoran untuk menarik perhatian pembeli. Misalnya, memberikan satu paket makan gratis untuk orang yang bertubuh pendek.
Dikutip dari World of Buzz, Kamis 11 Juni 2020, restoran Wo Men Zhe Yi Guo terletak di Gala City, Kuching, Malaysia.

Restoran hotpot ini memberikan daging gratis sepanjang satu meter, jika ada pengunjung yang makan bersama teman bertubuh pendek.
Ketentuannya, tinggi pria di bawah 165 cm dan perempuan 155 cm. Untuk bisa menikmati promo ini, kamu bisa pergi ke restoran tapi harus memesan dulu, ya.
Sekadar catatan, restoran itu buka setiap jam 11.00-01.00. Sayangnya, restoran ini menyediakan daging non halal.
Dream – Di tengah pandemi corona yang sedang melanda dunia, banyak pengusaha yang memutar otak untuk bertahan di industrinya masing-masing. Salah satu yang terkena dampak akibat corona yaitu usaha restoran.
Meski dirundung penghasilan yang makin seret, tak lantas para pelaku usaha ini menarik pemasukan lewat tagihan yang tak masuk akal.
Baru-baru ini tempat makan Por ejemplo Goog's Pub & Grub di Holland, Michigan menghebohkan jagat twitter. Pemilik usaha ini menerapkan pajak baru baru para pelanggan yang datang ke tempat makan mereka. Pengelola mengenakan pajak Covid-19 bagi para tamu.
![]()
Dikutip dari TMZ, Minggu 17 Mei 2020, pemilik resto tersebut, Brad White, mengatakan usahanya harus bisa beradaptasi di tengah perekonomian yang tidak stabil. Hal ini ia lakukan sebagai upaya menutupi kenaikan harga bahan pokok dan persediaan restoran.
White mengatakan bahwa setiap pembelian akan dikenakan biaya tambahan sebesar 86 sen untuk semua jenis barang pesanan seperti tas, peralatan makan, bumbu dan wadah styrofoam bagi pesanan take-away.
Pemiliki resto tersebut mengatakan, sebelum pandemi corona melanda, restonya dapat menjual 1.500 burger per minggu dengan harga satu bungkus daging yang hanya US$50 (Rp700 ribu).
Namun, setelah Covid-19 melanda, harga satu bungkus daging bisa mencapai US$96 (Rp1,4 juta). Covid-19 telah memukul keras pabrik daging di seluruh negeri, menjadikan pengolahan daging menjadi sulit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya