Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Bayi Prematur
Dream - Dengan kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran, bayi-bayi yang lahir prematur memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Tentunya karena didukung oleh perawatan yang menyeluruh. Jika dirasa berat bayi sudah cukup dan kondisinya stabil, biasanya dokter memperbolehkan bayi untuk dibawa pulang.
Sebenarnya, kelahiran prematur ini juga memiliki risiko jangka panjang. Bukan hanya soal kondisi fisik tapi juga perkembangan motorik anak kelak. Hal ini diketahui dari penelitian yang dilakukan tim dari University College London, Inggris.
Mereka menemukan, bayi prematur berisiko tinggi mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik. Kondisi tersebut diketahui dengan menganalisis zat kimia alami pada otak bayi, yang disebut white matter/ materi putih.
" Untuk melakukan penelitian kami melakukan pemindaian pada 43 otak bayi yang lahir di usia kurang dari 32 minggu kehamilan dan dirawat di unit perawatan intensif neonatal. Fokus kami yaitu materi putih otak," ujar Giles Kendall, kepala peneliti.
Diketahui zat tersebut sangat rapuh dan berisiko tinggi mengalami cedera. Tim juga mengukur level bahan bahan kimia tertentu pada otak. Satu tahun kemudian, kondisi bayi dievaluasi. Hasilnya, sebanyak 15 bayi mengalami masalah keterampilan motorik.
" Kemampuan untuk memprediksi risiko masalah perkembangan saraf pada bayi prematur akan membantu untuk mengidentifikasi orang-orang yang harus menerima perawatan intensif," kata Kendall.
Disimpulkan, bahwa rasio bahan kimia otak tertentu pada saat lahir bisa memprediksi masalah keterampilan motorik. Yaitu peningkatan kolin/creatine dan penurunan N-acetylaspartate/ choline, 70 persen akurat dalam memprediksi keterlambatan perkembangan motorik anak setelah satu tahun dilahirkan.
Sumber: Momtastic
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari