5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ada Kesalahan-kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh Para Youtuber Pemula. (Foto: Shutterstock)
Dream – Di era yang serba digital, profesi-profesi yang berhubungan dengan digital semakin banyak diminati. Kini banyak anak muda bermimpim menjadi creator content Youtube (Youtuber) karena menganggap pekerjaannya menyenangkan dan bisa menjadi terkenal.
Namun terkadang, banyak anak muda lupa mempelajari proses menjadi seorang youtuber terkenal. Butuh perjuangan keras agar konten yang dibuat bisa dinikmati jutaan penonton.
Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 3 Juni 2021, riset yang dilakukan oleh Hootsuite dan We Are Social per Januari 2021, menunjukan pengguna internet berusia 16-24 tahun paling banyak menghabiskan waktu dengan menonton video online di perangkat yang mereka miliki.
Survei yang dilakukan perusahaan First Choice terhadap 1.000 anak dengan rentang usia 6 sampai 17 tahun juga menunjukan 34,2 persen anak muda ingin menjadi YouTuber. Sementara anak yang ingin menjadi Blogger atau Vlogger berada di peringkat kedua dengan perolehan angka 18,10 persen.
Tingginya minat generasi kekinian itu berbanding lurus dengan tren penikmat video di platform YouTube yang makin meningkat.
Menjadi Youtuber diakui bisa menjadi ajang menyalurkan kreativitas sekaligus mendapatkan penghasilan yang lumayan. Namun menjadi seorang content creator profesional membutuhkan komitmen, kreativitas, dan kerja keras. Tak sekadar mimpi menjadi terkenal dan kaya.
Menyadari semakin pentingnya aspirasi tersebut untuk diwadahi, Samsung Electronics Indonesia meluncurkan program Be A Galaxy Creator untuk membimbing para peserta terpilih menapaki langkah awal mereka menjadi seorang content creator profesional, khususnya sebagai tech reviewer.
Sebagai bagian dari kampanye Tetap Semangat Indonesia, peserta akan mengikuti coaching session selama April - Mei 2021 di bawah bimbingan YouTuber dan Tech Reviewer profesional, Edho Zell dan Dedy Irvan, Peserta juga mendapat dukungan perangkat untuk mengkreasikan konten berupa Samsung Galaxy A12|A02s.
“ Dengan segudang pengalamannya di industri konten, Edho Zell dan Dedy Irvan juga membagikan pemahaman tentang profesi Youtuber profesional agar Galaxy Creator yang terpilih tidak terjebak kesalahan-kesalahan yang umum terjadi pada Youtuber pemula,” kata Product Marketing Manager Samsung Electronic Indonesia, Irfan Rinaldi, di Jakarta.
Nah jika kamu berniat jadi seorang content creator, berikut sederet kesalahan yang umum dilakukan oleh Youtuber pemula.
Ingin Sesuatu yang Instan
Ketekunan dan kesabaran menjadi proses yang dibutuhkan ketika berkreasi. Banyak hal yang harus diperhatikan saat membuat konten di YouTube, mulai dari visual, audio, pemilihan topik sampai ke penyampaian isi konten itu sendiri.
Jika Sahabat Dream berharap hasil yang instan dari proses yang setengah-setengah, hasilnya tidak akan maksimal. Jangan tergoda untuk menempuh jalan pintas seperti membeli subscribers, followers, dan like.
Tidak Menargetkan Audiens
Menurut Edho Zell, seorang content creator, harus mengerti sudut pandang, kebutuhan konten dari audiens yang disasar. Hal mendasar ini seringkali terlewatkan oleh YouTuber pemula.
Untuk bisa menyatukan apa yang content creator inginkan dengan apa yang audiens butuhkan tidak mudah dan butuh waktu. Kamu harus sabar, untuk menemukannya karena ini juga menjadi proses yang harus kalian lewati.
Tak Ada Content Planning
Pembuatan rencana konten adalah salah satu langkah yang tidak boleh dilewatkan untuk mendapatkan audiens baru atau mempertahankan subcriber lama.
Secara singkat, content planning adalah rencana pengembangan konten untuk mencapai tujuan akhir. Proses ini dimulai dari penentuan konten apa yang ingin dibuat, di platform mana, dan kapan konten tersebut akan diunggah.
Awam dengan Algoritma Youtube
Algoritma YouTube mengatur cara sebuah video bisa muncul di halaman awal, halaman rekomendasi, atau hasil pencarian pengunjung. Posisi ini menentukan seberapa banyak viewer yg akan kamu dapat.
YouTuber pemula umumnya tidak memikirkan saol algoritma saat membuat konten sehingga penonton konten mereka tak sesuai harapan. Luangkan waktu untuk mempelajari dasar-dasar algoritma YouTube untuk meningkatkan impresi dan views dari konten milikmu.
Visual konten memang penting, tapi video dan intensitas mengunggah konten tak boleh diremehkan. Sebagai YouTuber pemula, semakin sering kalian mengunggah konten sesuai dengan algoritma YouTube, semakin besar pula kemungkinan channel kalian dikunjungi dan video ditonton oleh banyak orang.
Selain itu, kamu jangan beranggapan bahwa memulai karir sebagai content creator harus mengandalkan perangkat kamera yang mahal supaya hasilnya bagus.
Samsung Galaxy A12 bisa menjadi smartphone pilihan berkualitas yang terjangkau, yang dilengkapi Quad Camera dengan kamera utama 48MP, Ultra Wide 5MP, Live Focus 2MP, dan kamera Macro 2MP, serta microphone bawaan yang kualitasnya sudah mumpuni untuk menghasilkan suara yang jernih tanpa memerlukan external microphone.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?