Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Penampakan Medan Magnet Bumi. (Foto: IndianTimes)
Dream - Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa Bumi yang kita tempati ini memiliki medan magnet yang sangat luas dan besar.
Medan magnet ini dihasilkan oleh arus listrik yang berasal dari besi cair yang terus bergerak di inti luar Bumi.
Baru-baru ini para ilmuwan memperingatkan tentang medan magnet Bumi yang berubah lebih cepat daripada sebelumnya.
Sebuah studi baru yang didasarkan pada simulasi komputer besi cair menunjukkan, perubahan yang akan terjadi pada medan magnet yang sepuluh kali lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Studi dilakukan University of Leeds, Inggris, dan sekarang telah diterbitkan di Nature Communications. Studi baru itu memetakan perubahan geomagnetik yang cepat ini.
Di masa lalu, merekam gerakan besi cair di inti luar Bumi sulit dilakukan. Sebagian besar karena skala waktu yang lama dari gerakan ini. Karenanya, keakuratan hasil perekamannya selalu diperdebatkan.
Namun dengan teknologi yang sekarang, para ilmuwan dapat melacak perubahan ini dengan mudah menggunakan satelit dan teknologi lainnya.
Studi baru dari Leeds menggunakan simulasi komputer, yang didasarkan pada teknologi canggih untuk memahami bagaimana medan magnet dapat dihasilkan.
Studi itu juga menghasilkan data yang menunjukkan, potensi perubahan medan magnet Bumi selama 10.000 tahun terakhir.
Melalui simulasi, para ilmuwan menyimpulkan, medan magnet Bumi berubah arah dengan kecepatan hingga 10 kali lipat daripada variasi tercepat yang dilaporkan hingga saat ini.
Studi ini juga menunjukkan, perubahan cepat ini adalah hasil dari melemahnya medan magnet Bumi secara lokal.
Contoh paling jelas adalah perubahan arah medan geomagnetik yang tajam pada 39.000 tahun yang lalu. Medan magnet berubah arah sekitar 2,5 derajat per tahun selama ini.
Pergeseran ini dikaitkan dengan kekuatan medan magnet yang lemah secara lokal di wilayah terbatas, di lepas pantai barat Amerika Tengah.
Peristiwa ini berlangsung setelah terjadi Laschamp global yaitu pembalikan singkat medan magnet Bumi sekitar 41.000 tahun yang lalu.
Simulasi komputer juga mengidentifikasi peristiwa serupa, yang memberikan wawasan menarik tentang medan geomagnetik.
Medan magnet Bumi adalah salah satu proses alami penting yang memungkinkan planet ini menampung kehidupan.
Medan magnet Bumi menjauhkan sebagian besar angin Matahari masuk ke lapisan ozon yang melindungi planet ini dari radiasi ultraviolet yang berbahaya. Medan magnet Bumi bahkan membuat atmosfer kita tetap di tempatnya.
Setiap perubahan pada medan magnet dapat berdampak besar pada ekosistem di Bumi. Dengan simulasi baru, studi ini mendorong orang-orang untuk lebih sadar akan perubahannya.
(Sumber: IndianTimes)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya