Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kulit Terasa Gatal. (Source: Shutterstock)
Dream - Kondisi kulitmu bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari produk perawatan kulit yang digunakan, cara pemakaiannya, gaya hidup, serta stres.
Mungkin, kamu sudah melakukan perawatan yang tepat dan gaya hidup sehat. Ternyata hal tersebut tidak cukup untuk menjaga kesehatan kulit jika belum bisa mengontrol stres.
Stres tidak hanya menimbulkan jerawat atau memicu produksi minyak berlebih, tapi juga bisa menyebabkan kulit gatal. Hal ini dijelaskan oleh dokter sekaligus fitness influencer, Danar Wicaksono.
View this post on Instagram
" Jadi di tubuh kita ada hubungan antara otak sama kulit yang dihubungkan oleh Brain-Skin Axis," katanya dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya.
" Saat stres, otak kita akan mengeluarkan suatu zat yang akan merangsang munculnya sel-sel radang yang diedarkan ke seluruh tubuh sebagai bentuk pertahanan," ungkapnya.
Saat sel tersebut sampai ke kulit, sel radang akan mengakibatkan peradangan yang menimbulkan rasa gatal.
Di samping itu, kulit pun memproduksi sel radang sendiri. Hal inilah yang membuat rasa gatal yang dirasakan semakin hebat. (mut)
Dream - Memiliki siku dan lutut yang kering seringkali membuat tidak nyaman. Bahkan mengurangi rasa percaya diri. Terlebih, dua bagian tubuh ini cenderung lebih gelap dibanding warna kulit lain.
Selain menghindari paparan sinar matahari, kamu harus melakukan perhatian ekstra untuk mengurangi penumpukan sel kulit mati pada siku dan lutut.
Anti ribet, kamu justru bisa hilangkan kulit gelap dan kasar pada siku dan lutut lewat tiga langkah sederhana berikut ini:
1. Eksfoliasi
© © Shutterstock
Eksfoliasi atau pengelupasan kulit merupakan proses menghilangkan sel kulit mati pada lapisan terluar kulit, seperti menyikat kering atau penggunaan lulur.
Selain mengangkat sel kulit mati, proses ini juga dapat meningkatkan sirkulasi darah serta menghasilkan kulit yang sehat dan bercahaya.
Kamu bisa coba gunakan loofah atau sikat dengan gerakan melingkar pada siku dan lutut yang kasar ketika mandi secara rutin, dan rasakan perbedaannya setelah beberapa kali percobaan.
Jangan lupa untuk melembabkan kulit secara teratur agar kulit tetap terhidrasi. Untuk menjaga kesehatan kulit, kamu harus biasakan rutin minum air mineral setidaknya delapan gelas air per hari.
Jangan lupa juga harus rutin lakukan kelembaban dengan mengoleskan body lotion atau baby oil untuk menghilangkan kulit kasar pada siku dan lutut.
© © Shutterstock
© © Shutterstock
Kebanyakan treatment yang dibuat untuk menghilangkan permasalahan siku dan lutut yang kasar mengandung lemon, selain mampu mencerahkan bintik-bintik pada kulit gelap, kandunganya juga dapat mengangkat sel-sel kulit mati dengan baik.
Cara termudah yang bisa dilakukan, potong lemon jadi dua, Gosokkan ke siku dan lutut selama 10 menit. Lalu bilas. Kamu bisa lakukan treatment ini dua kali seminggu, saat sebelum mandi.
Laporan: Yuni Puspita Dewi, Sumber: Fustany
Dream - Penuaan bisa terjadi di seluruh area kulit, termasuk leher. Jika tidak dicegah dan dirawat dengan baik, kulit leher bisa mengalami penuaan lebih cepat dari biasanya.
Kamu bisa menggunakan produk anti penuaan untuk mencegah munculnya tanda penuaan pada leher. Selain itu, kamu juga bisa melakukan beberapa upaya lainnya seperti yang dilansir dari Stylecraze.
Menggunakan produk yang mengandung vitamin C
Vitamin C dapat mencerahkan serta memperlambat proses penuaan dini dikarenakan sifat antioksidan yang cukup tinggi pada vitamin C. Sehingga, dapat menangkal dan mengatasi dampak buruk radikal bebas seperti penuaan dini.
Tembakau dan nikotin dapat mengurangi jumlah kolagen dalam kulit. Inilah yang menyebabkan tanda penuaan muncul lebih cepat dan kulit kusam.
Menjaga kelembapan kulit
© © MEN
Ketika kelembapan wajah terjaga, lapisan kulit akan lebih kuat dan tidak sensitif terhadap penuaan dini serta masalah lainnya.
Maka dari itu, jagalah kelembapan kulit dengan menggunakan pelembap serta face oil bila dibutuhkan.
© © Shutterstock.com
Retinol seringkali digunakan untuk mencegah penuaan dini dan meredakan berbagai masalah kulit. Namun, kamu harus berhati-hati jika ingin menggunakan retinol.
Gunakanlah produk yang mengandung retinol dengan konsentrasi minimal agar tetap aman bagi kulit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya