Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sajian Afternoon Tea/ Foto: Shutterstock
Dream – Minum teh sore-sore mungkin jadi aktivitas yang sering Sahabat Dream lakukan. Terutama saat kelelahan bekerja, tapi belum saatnya pulang. Minum teh hangat memang bisa sedikit memperbaiki mood di sore hari.
Aktivitas satu ini di Inggris dikenal dengan Afternoon Tea, yang biasanya dikemas dengan sangat mewah. Teh yang digunakan merupakan teh berkualitas tinggi, gelas dan tekonya juga merupakan porselen mahal yang dihias dengan tangan.
Tak hanya ada teh, tapi juga camilan nikmat yang ditaruh dalam piring-piring cantik. Orang Inggris memang sangat suke dengan momen Afternoon Tea ini. Rupanya, kebiasaan ini dipopulerkan di Inggris pada 1660-an oleh Raja Charles II dan istrinya, Infanta Catherine de Braganza dari Portugis.
Dilansir dari Historic UK, konsep Afternoon Tea ini dikembangkan pertama kali di Inggris oleh Anna, Duchess of Bedford ketujuh, pada 1840. Pada saat itu Anna merasa kelaparan di sore hari sedangkan hidangan makan malam akan siap sekitar pukul delapan malam.
Jeda waktu yang cukup lama dari makan siang ke makan malam membuat ia meminta pelayannya untuk menyiapkan nampan berisi teh, roti dan mentega di sela waktu tersebut.
Oleh karenanya, hal ini menjadi kebiasaan Anna setiap sore dan ia mulai mengundang teman-temannya untuk bergabung untuk menyantap teh sore.

Kebiasaan minum teh di jeda sore ini, menjadi acara sosial yang populer selama 1880-an. Perempuan bangsawan dan masyarakat akan berganti pakaian mewah untuk menikmati teh sore mereka yang biasanya disajikan di ruang tamu, antara pukul empat dan lima sore.
Tradisi tradisional ini biasa selalu disajikan dengan roti lapis yang lezat, scone dengan gumpalan krim, serta kue-kue kering dan teh Ceylon akan dituangkan dari teko perak ke dalam cangkir porselen yang rupawan.

Ingin merasakan sajian Afternoon Tea yang klasik? Kamu bisa mengunjungi Dorset, Cornwall, dan Somerset, kedai teh di Inggris yang terkenal dengan jamuan mewah Afternoon Tea.
Tidak hanya itu, hotel-hotel di London, seperti Claridges, Dorchester, Ritz and Savoy, dan Harrods serta Fortnum and Mason, juga memberikan pengalaman tradisi jamuan teh sore klasik Inggris yang terbaik.
Laporan Josephine Widya
Dream - Minum teh bisa membuat kita lebih rileks. Biasanya dilakukan pagi atau sore hari. Dulu, teh diseduh dengan bunga dan tangkainya. Kini, pilihannya lebih praktis dan beragam. Salah satu yang disukai banyak orang adalah teh celup.
Tersedia dalam kemasan yang mudah dibawa dan tinggal dicelupkan saja ke air panas. Teh pun langsung tersaji di depan mata. Namun tahukah Sahabat Dream bagaimana teh celup ini ditemukan?

Kisah penemuan teh celup ini bermula dari seorang pedagang teh asal New York yang bernama Thomas Sullivan. Thomas biasanya menjual teh dengan terlebih dahulu mengirimkan sampel kepada para pelanggan dan juga calon pembelinya.
Nah, untuk mengirim sampel tersebut, Thomas biasanya menggunakan kaleng besi. Demi menekan biaya, maka Thomas mengganti kaleng besi dengan menggunakan kantong kecil dari kain sutra.
Penggunaan kantong kain sutra tersebut nampaknya membuat pelanggannya kebingungan. Jadi bukannya membuka kantung kain sutra dan menuangkan teh ke wadah lain, pelanggan Thomas ini malah langsung mencelupkannya ke air panas.
Thomas tak menegur pelanggannya, dan malah melihatnya sebagaiterobosan. Ia lalu mengembangkan ide kantong sutera sebagai kantong teh untuk langsung diseduh. Namun karena kain sutra dirasa terlalu mahal, akhirnya diganti dengan kain kasa.
Baca selengkapnya di Diadona.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya