Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Safety Riding Perlu Diperkenalkan Kepada Anak-anak, Lho. (Foto: Shutterstock)
Dream – Beberapa fakta menunjukkan angka kecelakaan yang melibatkan anak-anak cukup besar. Apalagi di Indonesia dimana banyak orang tua mengizinkan anaknya yang masih berusia remaja mengendarai kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.
Data UNICEF memperlihatkan ada kurang lebih 186.300 anak di bawah usia 18 tahun yang meninggal akibat kecelakaan di jalan raya sepanjang 2015.
Keprihatinan terhadap maraknya pengendara belia mendorong kampanye safety riding untuk anak-anak di negara lain masih gencar digalakkan.
Mereka diajarkan untuk berkendara secara aman di jalan dengan memakai perlengkapan dan teknik yang baik.
Sayangnya hal ini belum terlihat di Indonesia. Padahal, pengenalan safety riding sejak dini penting dilakukan. Tujuannya agar anak-anak menyadari pentingnya keamanan berkendara untuk kemudian hari.
Dikutip dari Wahana Honda, Selasa 15 Oktober 2019, anak-anak memang belum bisa mengendarai sepeda motor. Memang tidak seharusnya mereka menggunakan kendaraan untuk berangkat ke sekolah.
Nah, pengenalan safety riding untuk anak biasanya dikenalkan dengan proses perjalanan mereka ke sekolah. Sebagai contoh, seorang anak bisa diajarkan menggunakan helm saat bersepeda ke sekolah.

Beberapa kecelakaan yang terjadi pada anak adalah sebagian besar terjadi saat anak berangkat atau pulang dari sekolah. Inilah yang menjadi alasan pengenalan safety riding ini bisa dilakukan di sekolah. Pertimbangannya, anak-anak menghabiskan banyak waktu di sekolah.
Peran orang tua pada pembelajaran dan edukasi terhadap anaknya memang sangat besar. Anak-anak biasanya meniru orang–orang yang sangat dekat dengan mereka, terutama orang yang menghabiskan waktu lama dengan anak, bisa dibilang sebagai orang tua mereka.
Saat orang tua mengatar anak ke sekolah dengan sepeda motor, pastikan kelengkapan berkendara dikenakan pada diri sendiri dan anak. Atau, pastikan anak memakai helm saat bersepeda.
Dengan mengajarkan hal ini kepada anak, tentunya semakin cepat anak–anak akan memahami bahwa keselamatan di jalan raya itu sangatlah penting.
Sahabat Dream, kamu bisa mengenalkan anak-anak tentang hal-hal yang menyangkut keselamatan di jalan raya. Seperti tempat menyebrang yang baik, Zebra Cross, atau jembatan penyebrangan atau tempat berjalan yang benar harus menggunakan trotoar.
![]()
Kemudian mulai memperkenalkan anak – anak dengan peralatan safety riding yang harus digunakan saat menggunakan sepeda, seperti helm. Tidak berhenti di situ kamu mungkin juga mengenalkan anak – anak dengan sabuk pengamanan mungkin jika menggunakan sebuah mobil sebagai alat transportasi.
Ini akan disambut oleh anak dengan baik karena biasanya anak – anak memang suka penasaran dengan hal – hal yang baru.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya