Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Taman Bacaan Pelangi Membuka Perpustakaan Ramah Anak Di 56 SD Yang Tersebar Di Kabupaten Nagekeo, NTT (Taman Bacaan Pelangi)
Dream - Bak dua sisi mata uang, perkembangan teknologi digital punya dampak baik dan buruk. Di satu sisi, kemajuan teknologi digital semakin mempermudah hidup manusia, namun di lain pihak punya pengaruh kurang baik pada kehidupan manusia.
Salah satu dampak buruk perkembangan teknologi digital adalah menurunnya minat baca pada anak-anak. Mereka kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan memegang gadget untuk bermain game online, menonton film, drama, dan hiburan lainnya.
Kebiasaan itu menjadi salah satu pemicu menurunnya minat baca dan kemampuan literasi pelajar sekarang. Di sinilah peran orang tua dibutuhkan sebagai sosok pembimbing bagi anak.
Pendiri organisasi Taman Bacaan Pelangi, Niza Tanzil, membeberkan 3 tips bagi orangtua agar dapat meningkatkan minat baca anak di era digital:
Nila Tanzil mengatakan, cara ini menjadi yang utama agar dapat membiasakan anak untuk membaca sejak kecil.
Dengan melakukannya setiap hari di jam yang sama, anak akan selalu menanti-nantikan waktu tersebut di mana orangtua akan membacakan buku cerita, bisa di sore hari, ataupun sebelum tidur.

Orangtua merupakan panutan bagi anak. Apapun yang orangtua lakukan, anak pasti akan penasaran dan ingin melakukan hal yang sama.
Jika orangtua menggunakan gadget berlebihan terutama di hadapan anak, anak tentunya akan mencontohkan hal yang sama, bercermin dari orangtuanya.
Maka dari itu, bijaklah menggunakan gadget agar anak dapat mengikuti hal tersebut.
Cara terakhir adalah dengan menyediakan bahan bacaan di berbagai sudut di rumah. Di kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, hingga tempat bermain sebisa mungkin memiliki buku cerita sebagai bahan bacaan yang ramah anak.
Tanzil mengaku hal ini telah ia terapkan di rumahnya. Ia bahkan menyiapkan buku cerita bagi anak di kamar mandi. " Di kamar ada buku-buku, di kamar mandi juga ada buku cerita, jadi dimana mana," ungkap Tanzil, dalam konferensi pers, Selasa 27 September 2022.
Selain itu, katanya, adanya sarana dan prasarana perpustakaan yang layak di sekitar tempat tinggal juga dapat meningkatkan minat baca pada anak. Tak hanya di kota besar, tetapi juga di pelosok negeri.

" Taman Bacaan Pelangi dengan Room to Read dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, NTT membuka perpustakaan ramah anak di 56 SD yang tersebar di Kabupaten Nagekeo dalam kurun waktu dua minggu di bulan September ini," kata Tanzil.
Dengan adanya perpustakaan itu, katanya, 6.300 anak di Kabupaten Nagekeo kini bisa buku-buku baru di sekolah mereka.
" Sejumlah wilayah terpencil di bagian Indonesia Timur belum mendapat akses buku bacaan berkualitas menjadi salah satu alasan Taman Bacaan Pelangi berkontribusi dalam pembangunan perpustakaan ramah anak," ujarnya. di wilayah-wilayah tersebut.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya