Merokok Berat Sejak Umur 17, Lihat yang Diderita Saat Usia 24

Reporter : Idho Rahaldi
Rabu, 23 Agustus 2017 07:30
Merokok Berat Sejak Umur 17, Lihat yang Diderita Saat Usia 24
Faid telah menjadi salah satu pasien termuda yang didiagnosis dengan...

Dream - Merokok sepertinya sudah menjadi kebiasaan di kalangan anak muda akhir-akhir ini. Peraturan di sejumlah negara sebenarnya melarang remaja di bawah usia 18 tahun untuk merokok, bahkan membelinya. Tapi justru banyak orang mulai mengisap tembakau bakar itu pada usia 13.

Padahal, merokok sangat berbahaya karena bisa mendatangkan penyakit, dan bahkan kematian. bahaya itu bukan hanya sekadar hasil riset. Sudah banyak orang memberikan bukti dengan menderita berbagai penyakit akibat merokok.

Salah satunya dialami oleh Muhammad Faid. Pemuda asal Malaysia ini mulai merokok pada usia 17 tahun. Menurut portal berita The Star, Faid bisa menghabiskan lima batang rokok setiap hari bersama teman-temannya.

Perokok

Dan kini, saat usia Faid 24 tahun, dia menjadi salah satu pasien termuda yang didiagnosis dengan kanker mulut. Padahal, bagi kebanyakan pemuda, usia ini menjadi masa gemilang. Menjadi fresh graduate yang siap terjun ke dunia kerja.

1 dari 2 halaman

Benjolan Itu Ternyata..

Benjolan Itu Ternyata.. © Dream

Namun, Faid tidak akan bisa melewati jalan tersebut karena dia sibuk memperjuangkan hidupnya di Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL). Mahasiswa jurusan pendidikan tingkat akhir ini sedang menjalani kemoterapi di rumah sakit tersebut.

Perokok

Menurut ibunya, Anita (53), semuanya berawal pada tahun 2016. Anita mengatakan, awalnya Faid menemukan benjolan di sisi kiri lidahnya.

Benjolan tersebut tidak terasa sakit. Karena itulah Faid mengabaikannya. Ternyata benjolan itu tidak segera hilang. Ternyata, setelah menjalani biopsi pada November 2016, benjolan itu ternyata kanker.

2 dari 2 halaman

Tenggorokan Dilubangi

Tenggorokan Dilubangi © Dream

Sejak muncul benjolan itu, Faid sering mengalami pendarahan dan lidahnya bahkan berlubang.

Perokok

Ternyata itu adalah kanker Stadium 1. Pada Februari 2017, kanker di dalam mulutnya meningkat menjadi Stadium II hingga akhirnya menjadi Stadium II pada bulan Mei.

Kanker tersebut semakin memburuk hingga dokter terpaksa memotong tiga perempat lidahnya pada tanggal 17 Mei lalu.

Dokter kemudian merekonstruksi lidahnya menggunakan kulit yang diambil dari pahanya. Tanpa lidah dan mengalami rasa sakit seperti itu, Faid hampir tidak bisa berbicara, apalagi makan dan minum.

Faid harus menerima makanan melalui tabung, air dari infus, dan bernafas melalui tabung yang dimasukkan ke dalam tenggorokannya.

Syukurlah, setelah menjalani cangkok kulit, Faid sudah bisa berbicara meski hanya sedikit.

Dokter yang memeriksa Faid memang tidak langsung menuding rokok sebagai penyebab kanker mulut.

Namun dokter menyebutkan bahwa merokok memiliki korelasi paling dekat kanker mulut.

Menurut dokter, hampir semua penderita kanker mulut adalah perokok.

(Sumber: worldofbuzz.com)

Beri Komentar