Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Bayi M. Hafizh Syawal
Dream - Bayi yang baru lahir memiliki sistem imunitas yang belum sempurna. Paparan virus, bakteri bahkan asap, bisa memicu masalah kesehatan berupa penyakit bahkan hingga berujung kematian. Untuk itulah bagi para orangtua yang merokok, sebaiknya menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
Residu asap rokok yang menempel di pakaian, rambut, jari-jari dan anggota tubuh lainnya jika mengenai bayi yang baru lahir bisa memicu masalah pernapasan atau disebut pneumonia. Seperti yang pengalaman pahit yang dialami oleh Fitria Indah Lestari.
Muhammad Hafizh Syawal, putra kedua Fitri meninggal dunia karena paparan asap rokok yang didapatkan ketika rumahnya ramai didatangi tamu saat aqiqah. Hal ini diungkapkan Fitria di akun Facebooknya.
" Pagi itu, tgl 17 juli 2017 kami sekeluarga akan mengadakan pesta cukur rambut dan aqiqah untuk Hafizh. Kami pun menginap dari seminggu yang lalu di rumah ibu mertuaku (acara diadakan di rumah ibu mertuaku, karna di rumahku lingkungannya terlalu sempit). Akhirnya pada malam acara itu putraku Hafizh ku bawa ke ruang tamu. Karna banyak tamu yg ingin melihat hafizh, aku terlalu sibuk dengan tamu, sampai aku tak menyadari kalau ada orang yang sedang merokok. Awalnya Hafizh baik-baik saja tak ada kendala. Sampai 2 hari sesudah acara itu, Hafizh batuk-batuk dan napasnya tersendat sendat (sesak). Aku memberitahukan suamiku tentang keadaan hafizh, akhirnya aku diberikan obat batuk. Karna hafizh masih terlalu kecil, aku yang minum obatnya (saat itu aku menyusui). Sampai pada tgl 27 juli 2016, batuk dan sesak yang dialami hafizh tak kunjung sembuh juga. Akhirnya kami membawa hafizh ke bidan, dan ditolak dengan alasan masih bayi dan mereka takut memberi obatnya. Ada juga yang bilang harus dibawa kerumah sakit karna nafasnya sangat sesak," tulis Fitria
Saat diperiksa dokter Hafizh diketahui mengalami pneumonia berat. Penyakit ini membuat Hafizh kesulitan bernapas dan harus dirawat di IGD. Dari hasil rontgen ternyata paru-paru bayi berusia 1 bulan itu menghitam.
" Tepat di tgl 27 juli 2017 pukul 20.30 usia hafizh 1 bulan dan malam itu juga hafizh masuk rumah sakit :'( Ya Allah berat rasanya melihat putraku yang masih terlalu kecil masuk ke ruang IGD dan divonis mengalami Pneumonia berat. Dokter menjelaskan hasil rotgennya hafizh " jadi gini bu, pak ... Bayi hafizh ini mengalami pneumonia sangat berat. Ini hasil rotgennya, seharusnya paru parunya itu berwarna hitam. Tapi disini paru paru bayi hafizh hampir putih semua. Hitamnya hanya sebagian aja. Saya minta tanda tangan untuk persetujuan kalau nanti terjadi hal yang tidak diinginkan ya bu, pak" ," ungkap Fitria.

Setelah dirawat, kondisi Hafizh tak membaik. Tubuhnya dipenuhi selang, infusan, dan bekas suntikan. Napasnya sangat pendek, matanya sudah mulai lemas dan membiru. Pada 30 Juli, Hafizh menghembuskan napas terakhirnya.
" De, kalo dedek mau pergi, bunda, ayah dan semuanya sudah ikhlas kok. Bobo yang tenang ya de. Bunda sayaaanggg banget sama dede Hafizh," tulis Fitria.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari