Benarkah Mobil Hitam Berpotensi Tinggi Untuk Mengalami Kecelakaan? (Foto: Shutterstock)
Dream – Selain harga dan fitur, calon pembeli mobl biasanya menjadi warna sebagai salah satu pertimbangan. Beberapa tahun yang lalu putih sempat menjadi warna favorit. Tak heran jika banyak mobil berwarna ini berseliweran di jalanan.
Selama ini mungkin kamu hanya memiliki warna karena faktor personal. Tapi tahukah kamu jika ada beberapa warna yang punya rasio keselamatan yang rendah dan berpotensi mengalami kecelakaan.
Dikutip dari Auto Evolution, Jumat 18 Oktober 2019, ditemukan bahwa mobil hitam rentan mengalami kecelakaan. Dari 850 ribu kecelakaan, mobil hitam lebih sering terlibat.
Warna hitam memang lebih sulit dilihat. Pada siang hari, mobil hitam berpotensi 12 persen mengalami kecelakaan, namun angkanya melesat hingga 47 persen jika masuk senja dan malam hari.
Warna putih memang lebih terang. Tapi, warna ini bukanlah warna yang paling aman. Mobil putih memang memiliki risiko kecelakaan 12 persen lebih rendah daripada mobil hitam.
Sementara itu, warna perak yang dianggap lebih baik, punya risiko 10 persen berpotensi mengalami kecelakaan, sedangkan abu-abu 11 persen.
Biru, hijau, dan merah juga bukan termasuk warna mobil yang “ aman”.
Ternyata, warna kendaraan yang dinilai paling aman adalah warna yang ngejreng. Sebut saja kuning, emas, dan oranye.

Mengapa? Warna-warna ini lebih mudah dikenali dari jarak jauh. Dengan begitu, peluang untuk menabrak pun berkurang.
Itulah menjadi alasan mengapa warna armada taksi di New York, Amerika Serikat, berwarna kuning.
Dream – Ketika berkendara di jalan, kamu harus mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. Salah satunya adalah markah jalan.
Bicara tentang markah jalan, kita kerap menjumpai garis putih dengan beragam bentuk.
Ada yang bentuknya tidak putus. Ada yang memanjang tanpa putus. Bahkan, ada juga yang garisnya double, yaitu putus dan tanpa putus.
Garis-garis ini dibuat bukan untuk menghias jalan, melainkan peraturan yang harus ditaati oleh pengendara.
Berikut ini arti markah garis di jalan raya, dikutip dari akun Instagram @satlantas.polrestangsel, dikutip Dream, Sabtu 6 Juli 2019.
Pengendara sama sekali tak boleh melewati garis untuk mendahului pengendara lain. Garis ini umumnya berada di rute utama lintas kota.
Di Indonesia, penerapannya menggunakan garis putih.

2. Garis Ganda Putus-putus dan Tanpa Putus
Di Indonesia, garis ganda putus-putus dan tanpa putus ini berwarna putih. Artinya, pengemudi diperbolehkan berada di sisi garis putus-putus berpindah lahur ke sisi sebelahnya.
Sebaliknya, pengendara yang berada di sisi garis tanpa putus tak boleh berpindah lajur.

Fungsi garis kuning putus-putus di tepi jalan ini berarti pengendara boleh mendahului atau menyalip kendaraan lain dari sisi tepi samping dengan memperhatikan kondisi pengendara lain.
Di Indonesia, garis ini masih jarang diterapkan.

4. Satu Garis Kuning Tanpa Putus
Garis seperti ini jarang ditemukan di Indonesia. Garis markah ini biasanya ditemukan di negara-negara Eropa.
Di tepi jalan umumnya ada garis putih sebelum garis kuning ditengah. Garis kuning ini menandakan pengemudi boleh menyalip kendaraan di garis putih, tapi tak boleh keluar dari garis kuning.

Setiap pengemudi dilarang dan diimbau tidak mendahului kendaraan lain. garis putih tanpa putus biasanya ditemukan di jalan tikungan atau di tengah jembatan.

6. Garis Putih Putus-putus
Marka jalan ini paling sering ditemui. Di sepanjang jalan, garis putih putus-putus biasanya terletak di tengah jalan.
Ini artinya pengemudi boleh mengubah lajur atau mendahulu kendaraan lain dengan tetap mempertimbangkan kondisi dari arah berlawanan.

Yellow box junction kerap disingkat YBJ. Garis ini kerap ditemukan di persimpangan jalan besar di perkotaan. Jakarta dan Bandung sudah menerapkan garis ini.
Tujuan garis itu adalah jalur persimpangan tidak terkunci atau kondisi jalan sedang padaat. Kendaraan dilarang untuk melintas atau berada di kotak garis kuning.

Ini informasi selengkapnya
Advertisement