Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Ilustrasi Mobil Diderek. (Foto: Shutterstock)
Dream – Apes bukan main. Inilah yang dialami oleh seorang pria di Vietnam yang bernama Duong Van Thuong. Truk pikap Chevrolet Colorado miliknya nyemplung ladang.
Penderitaannya Duong belum berakhir sampai di situ. Saat memanggil derek penyelamat yang membawa mobilnya ke garasi, Duong kena getok tagihan biaya yang sangat besar.
Dikutip dari Zing.vn, Selasa 9 Juli 2019, kejadian ini berlangsung pada Juni 2019. Dia mengemudikan Colorado jam 03.00 di Gia Loc, Hai Duong, Vietnam. Saat kecelakaan terjadi, mobilnya masuk ke dalam sawah.
Akibatnya, truk yang berjarak beberapa meter dari tanggul tak bisa ditarik ke atas. Kepala mobil penyok dan bumper depan penyok.
“ Saat kecelakaan terjadi, saya keluar dari mobil. Ponsel jatuh ke air. Saya hanya bisa menelepon istri untuk menemukan nomor darurat di internet. Saya memilih layanan Rescue Center 118,” kata dia.
Karena mengantuk, Duong tertidur saat mobilnya sedang diderek. Bangun-bangun, dia menemukan mobilnya ditarik ke garasi Ha Thanh di Ngoc Hoi.
Duong terkejut bukan main ketika melihat tagihan untuk menderek dan membawa kendaraannya ke garasi. Dengan jarak lebih dari 60 kilometer, Duong harus membayar tagihannya 20 juta dong atau sekitar Rp12,14 juta.
“ Saya tidak bisa tidak kaget. Saya pikir biaya penyelamatan paling banyak beberapa juta,” kata dia.
Duong menyesal karena tidak menanyakan harganya terlebih dahulu. “ Jadi, mobil ditarik ke Hanoi dan tiba-tiba harganya begitu tinggi,” kata dia.
Kejutan tak cukup di situ. Duong diberi tahu oleh petugas garasi bahwa akan bebas biaya kalau meninggalkan mobil di bengkel.
“ Petugas bengkel member tahu bahwa mobil jatuh ke air kotor. Biaya perbaikannya sekitar 30 juta—40 juta dong (Rp18,21 juta—Rp24,29 juta) dan harus parkir selama sebulan,” kata dia.
Duong mengatakan bahwa mekanik juga akan melakukan mesin uji untuk mengetahui seberapa besar kerusakaannya.
Setelah berkonsultasi dengan teman, Duong memutuskan tidak memperbaik kendaraan di tempat itu. Dia menghubungi pusat penyelamatan 118 untuk menegosiasikan ulang biaya penarik kendaraan. Tapi, operator mengkonfirmasi harus membayar 20 juta dong.
Untuk mendapatkan kendaraannya kembali, Duong harus membayar sejumlah uang itu. Mobilnya kemudian diperbaiki dan cerminnya dibetulkan. Perbaikannya mencapai 5,4 juta dong (Rp3,28 juta) dan perbaikannya berlangsung sepuluh hari.
Duong mengatakan bahwa unit penyelamat mengambil kesempatan ketika pengemudi lupa menanyakan harganya terlebih dahulu.
“ Pusat penyelamatan itu tidak professional. Mobil derek menaikturunkan tali dan membuat kaca spion jatuh dan kaca pecah. Tapi, penyelamat menyangkal dan menyalahkan saya,” kata dia.
Dream – Mobil Tesla Model S mendadak terbakar ketika diderek. Kejadian ini bermula ketika mobil listrik ini mogok dan diderek ke bengkel untuk diperiksa.
Dikutip dari Carscoops, Kamis 19 Desember 2018, KPIX melaporkan insiden ini terjadi di kawasan Teluk San Fransisco. Sang pemilik mobil mendapati Model S berhenti berjalan karena bannya kempes. Dia menelepon truk derek untuk membawanya ke bengkel perbaikan.
Setelah diderek 5-10 menit, kepulan asap keluar dari mobil listrik. Tak lama, kobaran api menyembur dari mobil. Ketika petugas pemadam kebakaran Santa Clara Country datang, mobil sudah rusak.
“ Mobil mulai berasap dan membuat suara bising. Ini adalah masalah terhadap baterainya,” kata Pimpinan Santa Clara Country, Bill Murphi. Namun, NBC Area Bay menyebut baterai tetap terbakar meskipun api besar telah dipadamkan.
Tesla kemudian dibawa ke lapangan derek beberapa jam kemudian. “ Kami sedang menginvestigasi masalahnya dan berkomunikasi dengan saksi mata. Kami senang semuanya selamat,” kata Tesla.
Kejadian Model S terbakar bukan kali ini. Pada Juni 2018, mobil Model S milik sutradara film, Michael Morris, juga terbakar.
Dikutip dari Carscoops, sang istri, Mary McCormack, mengatakan kejadian ini bermula ketika Morris sedang mengendarai sedan listrik Tesla di Santa Monica Boulevard, Amerika Serikat. Tiba-tiba pengendara sepeda motor turun dan mengatakan mobilnya terbakar.
Morris berhenti, dan keluar. Ternyata, benar, mobilnya sudah berasap.
“ Tak ada (tanda) kecelakaan. Terima kasih kepada orang yang telah memberi tahu (suami) dan memintanya berhenti. Terima kasih, Tuhan, ketiga gadis kecil saya tidak berada di mobil bersama ayahnya,” cuit McCormack di akun Twitternya, @marycmccormack.
Tak lama, setelah polisi menutup sebagian jalan, kru pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian. Tak jelas, apakah kobaran api masih menyala atau telah padam.
Beberapa tahun yang lalu, Tesla melengkapi Model S dengan perlindungan bagian bawah bodi mobil. Langkah ini dilakukan setelah serangkaian mobil terbakar karena baterai mobil tertusuk benda-benda di jalan. Namun, hal ini masih harus dilihat apakah tusukan baterai menjadi penyebab kebakaran atau dipicu karena konslet.
Kabar baiknya, tak ada yang terluka di insiden terbakarnya mobil Model S dan kebakaran bukan karena kesalahan autopilot. Kabar buruknya, insiden ini melibatkan Tesla.
Tesla memberikan pernyataan bahwa pihaknya mendukung penyelidikan kasus terbakarnya mobil Model S dan melakukan investigasi.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
