Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Peluncuran Program Ngabuburit Dan Renovasi Masjid Wall's Dung Dung (Foto: Ilman Nafi'an/Dream.co.id)
Dream - Ramadan banyak dimanfaatkan sebagai momen untuk mencari amal kebaikan. Demikian pula dengan brand es krim Wall's Dung Dung yang mengajak keluarga Indonesia untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, melalui program ngabuburit dan renovasi masjid atau mushola di Indonesia.
Head Of Marketing Ice Cream PT Unilever Indonesia, Amalia Sarah Santi mengatakan, di berbagai daerah tradisi ngabuburit banyak dilakukan di masjid atau mushola. Namun, tak sedikit kondisinya yang kurang terawat atau perlu perbaikan.
" Masjid atau mushola di Indonesia tidak hanya memiliki fungsi strategis terhadap fungsi ibadah saja, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup yang lebih madani," kata Amalia di Jakarta, kemarin.
" Oleh karena itu, Wall's Dung Dung ingin berkontribusi terhadap perawatan dan perbaikan masjid atau mushola di Indonesia melalui program Wall's Dung Dung Charity" , sambungnya.
Dalam program ini, Wall's Dung Dung bekerja sama dengan Lembaga Zakat Al-Azhar, demi tercapainya tujuan dari misi sosial yang diusung.
" Masjid atau mushola memiliki pengaruh positif bagi pembinaan masyarakat. Untuk meningkatkan fungsinya, keberadaan fisik maupun sarana prasarana Masjid atau mushola harus memiliki kenyamanan dan keamanan bagi para jamaahnya," ucap Sigit Iko Sugondo, Direktur Eksekutif Lembaga Zakat Al-Azhar.
Sigit menilai, di berbagai daerah masih banyak ditemui tempat ibadah yang kurang memadai dan bermasalah seperti bocor, terbatasnya fasilitas wudhu dan toilet, hingga papan bangunan yang reot.
Terkait dengan hal tersebut, Brand Ambassador Wall's Dung Dung, Inneke Koesherawati menceritakan pada waktu kecil sering ngabuburit di masjid tempat ia tinggal.
Ketika ngabuburit bersama teman-temannya, Inneke biasanya mendengarkan kisah-kisah nabi, mengaji, dan setelah itu bermain sampai datangnya waktu Maghrib.
" Saat bulan Ramadan, sewaktu masih kecil saya dan teman-teman biasanya mengaji di masjid, mendengarkan kisah-kisah nabi, lalu setelah itu ngabuburit main beduk untuk takbiran," ujar Inneke.
Suasana itu yang sangat dirindukan Inneke. Terlebih lagi anak-anaknya sekarang lebih sering menghabiskan waktu ngabuburit di rumah.
" Anak-anak saya sekarang kegiatan ngabuburitnya lebih banyak dilakukan di rumah. Yang mereka lakukan itu nonton televisi, atau membantu saya menyiapkan takjil favorit," kata dia.

(Ism, Laporan: Ilman Nafi'an)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam