Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tape Ketan (sumber Foto: Www.itsol.us)
Dream - Kuningan, Jawa Barat memiliki kuliner yang beraneka ragam. Janiper (jeruk nipis peras), kremes, keripik gadung dan opak bakar merupakan cemilian yang wajib dicipipi. Salah satu makanan khas yang biasa dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ialah Tape Ketan.
Tape ketan memang sudah turun temurun diproduksi di seantero Kuningan. Salah satunya, ada kampung yang menjadi penghasil tape ketan. Tape ketan Mas heru menjadi penghasil yang cukup terkenal. Berlokasi di Jalan Lebegede Bomor, Paleban, Cigugur Kuningan ini tiga rumah dijadikan tempat memproduksi tape ketan.
Bersebrangan dengan objek wisata Ikan Dewa Cigugur, usaha milik Mas Heru ini tak pernah sepi pembeli. Menurut Sri Lestari, penerus dari usaha Ketan ini musim lebaran bisa memproduksi hingga 2 kuintal.
Bahan yang dipilih oleh Usaha Sri ini memakai ketan untup. Ketan untup merupakan beras ketan yang memiliki kualitas terbaik. Rasa ketan untup memang lebih legit dan empuk dibanding beras ketan biasa.
Untuk membuat tape ketan, usaha ini menggunakan daun katuk sebagai pewarna ketan. Pembungkus tape menggunakan daun jambu air yang sudah dikeringkan. Tape yang sudah dibeli dapat dimakan setelah tiga hari. Karena saat itu tape ketan baru matang.
Usaha yang sudah dirintis sejak tahun 1997 ini diawali dari kepemilikan sang Ayah. Kini usaha ini sudah diambil alih oleh Sri Lestari. Tape Ketan ini sudah menjelajah hingga ke Bandung. Tape ketan ini dijual dalam berbagai kemasan. Untuk isi 16 bungkus dihargai sebesar Rp. 10.000, ember kecil yang berisi 75 bugkus seharga Rp. 65.00, dan ember besar isi 100 bungkus seharga Rp. 85.000.
(Ism, Sumber:Solusi Kuliner)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya