Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Oppo (Instagram @oppoindonesia)
Dream - Posisi Samsung sebagai penguasa pasar smartphone di Asia Tenggara mulai goyah. Laporan terbaru Counterpoint Research mencatat pengapalan telepon pintar di kawasan ini turun 22 persen pada kuartal II-2020 dengan volume pengiriman Oppo tercatat menggeser Samsung.
Counterpoint dalam keterangannya melalui LinkedIn melaporkan pengapalan Oppo pada Kuartal II-2020 lalu menguasai 20,3 persen pangsa pasar smartphone Asia Tenggara. Angka ini lebih baik dari Samsung yang mengambil jatah 19,5 persen.
Total pengapalan smartphone ke kawasan Asia Tenggara diaporkan mencapai 24 juta uni pada periode April-Juni 2020.
Dibandingkan dengan data kuartal I-2020, Samsung kala itu masih memimpin pangsa pasar Asia Tenggara dengan menguasai pengapalan 18,9 persen. Disusul Oppo di peringkat kedua dengan 18,7 persen.
Dalam temuannya, Counterpoint juga melaporkan konsumen Asia Tenggara lebih memilih produk smartphone dengan harga yang lebih murah. Ini terlihat dari rentang harga ponsel di bawah US$150 yang hanya turun 10 persen (year on year/yoy).
Sementara volume pengapalan smartphone dengan rentang harga US$15-250 dilaporkan turun 40 persen akibat dampak pandemik Covid-19.
" Sejak Covid-19 menyebar di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Myanmar, dan lainnya, akan sulit bagi pasar-pasar tersebut untuk sepenuhnya pulih pada Q3," ujar analis senior Counterpoint Research, Jin Suk Park.
Menurut Jin, pasar smartphone di negara yang tidak memberlakukan lockdown pada kuartal III-2020 diperkirakan akan pulih secara bertahap dibandingkan Q2.
Selain Oppo dan Samsung, produsen smartphone lain yang mengirimkan produknya terbanyak sepanjang kuartal II-2020 adalah Vivo yang berada di nomor tiga. Vendor smartphone ini menguasi 17,9 persen pangsa pasar.
Menyusul berikutnya Xiaomi di peringkat keempat dengan 14 persen pangsa pasar. Realme menutup lima besar dengan 12 persen pangsa pasar.
Di kuartal sebelumnya, pangsa pasar Xiaomi masih belum berubah dengan perolehan 14 persen. Peningkatan justru terjadi pada smartphone Vivo yang periode lalu hanya memiliki pangsa pasar 13 persen dan Realme mencapai 7,3 persen.(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya