Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Paula Gundry Dan Suaminya, Craig Knights.terancam Denda Dan Bangkrut Karena Parkir Selama 15 Deyik Di Surrey Street (Sumber:Paula Gundry Interiors)
Dream - Kejadian mengejutkan dialami pasangan Paula Gundry dan suaminya, Craig Knights. Hanya karena parkir 15 detik, keduanya terancam bangkrut dan harus membayar denda yang tak wajar.
Peristiwa tersebut bermula pada Oktober 2019 lalu. Kala itu, Paula memarkirkan kendaraannya di daerah Sentinel House, Surrey Street, Norwich untuk mengantar sang suami.
Beberapa hari kemudian, kedua pasangan asal Sparham, Norfolk dikejutkan dengan sebuah surat denda. Denda tersebut dikirimkan oleh perusahaan pengelola parkir National Parking Enforcement (NPE).
Surat tersebut meminta keduanya untuk membayar denda parkir sebesar 100 Poundsterling dalam waktu 14 hari. Jika menolak, NPE bahkan memberi ancaman akan melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.
Dalam sebuah gambar yang dirilis, terlihat mobil pasangan itu sempat berhenti, meski dalam waktu 15 detik.
Menurut laporan Eastern Daily Press, NPE mengklaim Paula berhenti di tempat larangan parkir.
Setelah mencari penasihat hukum atas kasusnya, Paula menolak untuk membayar denda yang diminta. Dia jug menuding perusahaan NPE hanya mencoba untuk " mencari keuntungan” dengan cara yang " mengerikan" .
Paula pun menjelaskan bahwa ia dan suaminya hanya berhenti selama 15 detik, dan menurutnya tak sampai menghalangi pintu masuk tempat parkir.
“ Mereka menggunakannya sebagai peluang untuk menciptakan pendapatan tambahan.Dan itu terlalu berlebihan,”jelas Paula dalam surat kabar lokal.
“ Mereka hanya membuat surat seperti ini untuk menakuti publik. Saya merasa itu sangat tidak menyenangkan,”tegasnya.

Perusahaan mengaku bahwa surat yang diterima Paula dan suaminya sudah sesuai dengan aturan International Park Community. Mereka mengutip kasus yang terjadi di Mahkamah Agung pada 2015 yang disebut Parking Eve vs Beavis.
Dalam kasus tersebut, perusahaan parkir dapat menuntut orang yang melanggar ketentuan parkir, tetapi tuduhan itu tidak boleh berlebihan.
Seorang juru bicara NPE mengatakan: " Jika Paula merasa tak terima untuk mengeluarkan biaya parkir, dia harus mengirim banding,"
Menurut pengacara dan perusahaan kredit yang mewakili NPE mengatakan bahwa mereka bisa saja mengirim debt collector ke rumah.
Paula dan Craig kemudian terancam tindakan pengadilan dan terkendala dalam pengajuan kredit. Selain itu, keduanya diprediksi akan bangkrut dan harus menjual harta benda di pelelangan.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada tanggapan lebih lanjut mengenai kasus ini sejak April lalu.
(Sah, Sumber Daily Star)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya