Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Liputan6.com
Dream - Prabowo Subianto dikabarkan tertarik membeli 15 unit jet tempur Eurofighter Typhoon bekas dari Austria. Media ternama, Kronen Zeitung, bahkan telah ada pengajuan penawaran kepada Menteri Pertahanan Austria, Klaudia Tanner.
Untuk mendukung kabar tersebut, Kronen Zeitung mengunggah foto proposal bernomor 60/M/VII/2020 bertanggal 10 Juli 2020. Pada surat itu tertera nama dan jabatan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Selain itu, ada pula cap Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
" Saya selalu terkesan dengan perkembangan teknologi Eropa dan saya mengharapkan dukungan dari Anda untuk melanjutkan proposal ini ke tahap kerjasama yang menguntungkan bagi dua belah pihak," tulis Prabowo dalam suratnya, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 21 Juli 2020.
Dalam proposal tersebut juga tertulis target Prabowo untuk memodernisasi Angkatan Udara di Indonesia. Dengan disetujuinya proposal tersebut, maka target itu dinilai bisa tercapai.
Kronen Zeitung juga menulis bahwa Tanner sudah mengonfirmasi penerimaan proposal tersebut. Prabowo juga dinilai sudah memahami 'seluk beluk' pengadaan Eurofighter Typhoon di Austria, sebagaimana tertulis juga dalam proposal.
Adapun, seluk beluk yang dimaksud ialah kasus sengketa antara Austria dengan pemimpin konsorsium Eurofighter Typhoon, Airbus.
Pada 2018 silam, laman Financial Times memberitakan bahwa pada tahun 2017 pemerintah Austria mencurigai adanya korupsi dalam proyek pengadaan jet tempur pada tahun 2003 tersebut.
Dalam keterangan resminya, Airbus membantah tuduhan pemerintah Austria. Namun demikian, pihaknya bersama konsorsium lain yaitu BAE's System dari Inggris dan Leonardo dari Italia sepakat membayar US$99 juta terkait laporan tersebut.
" Saat ini, proposal tersebut akan dicek kembali (di Departemen Pertahanan)," tulis Kronen Zeitung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya