Peneliti Klaim Sukses Kembangkan Pil Anti Kebutaan

Reporter : Ervina
Rabu, 23 Juli 2014 16:24
Peneliti Klaim Sukses Kembangkan Pil Anti Kebutaan
Ilmuwan dari Universitas McGill, Montreal telah mengembangkan pil untuk mengobati kebutaan generis yang biasanya mempengaruhi bayi yang baru lahir.

Dream - Sekelompok ilmuwan asal Kanada baru-baru ini mengklaim berhasil menemukan pil untuk menyembuhkan kebutaan karena faktor genetis. Ilmuwan dari Universitas McGill, Montreal telah mengembangkan pil untuk mengobati kebutaan generis yang biasanya mempengaruhi bayi yang baru lahir.

Mengutip laman Worldbulletin, Rabu 23 Juli 2014, Dr Robert Koenekoop dan timnya selama kurang lebih 17 tahun telah mengembangkan sebuah pil yang memungkinkan seorang wanita bernama Nathalie Fex kembali melihat dunia. Sebelumnya, Fex divonis mengalami leber ammourosis bawaan yang merupakan kebutaan bawaan.

Akibatnya sejak kanak-kanak Fex tidak mampu mengenali warna, wajah dan huruf secara normal layaknya anak-anak lain seusianya. Kondisi ini merupakan salah satu penyakit genetis langka yang muncul saat lahir atau dalam jangka waktu beberapa bulan pertama kelahiran bayi.

Sekitar 1 dari 80.000 bayi yang baru lahir diketahui menderita gangguan genetis ini. Fex merupakan relawan yang mengajukan diri untuk mencoba keampuhan obat tersebut.

Wanita berusia 42 tahun ini mengaku mulai bisa melihat secara samar-samar pada penggunaan obat dosis kedua, dan hasilnya ia telah mampu membaca buku dengan sempurna pada uji coba dosis ketiga. Sayangnya pihak ilmuwan tidak menyebut secara tepat berapa besar dosis yang diberikan untuk relawannya tersebut.

" Tim kami dapat mengidentifikasi gen yang membentuk kebutaan pada anak. Penemuan ini merupakan salah satu yang paling penting dalam perkembangan ilmu saraf dan kebutaan dalam 15 tahun terakhir," kata Koenekoop.

Selain dapat menyembuhkan kebutaan genetis, Koenekoop menyebut obat tersebut juga bisa membantu menyembuhkan jenis lain dari kebutaan. Untuk itu saat ini timnya tengah melakukan penelitian lebih lanjut terhadap temuannya itu.

Beri Komentar