Penyebab dan Gejala Meningitis, Jangan Sepelekan Sakit Kepala

Reporter : Siwi Nur Wakhidah
Kamis, 5 September 2019 10:48
Penyebab dan Gejala Meningitis, Jangan Sepelekan Sakit Kepala
Penyakit meningitis mungkin serupa dengan flu, tapi jauh lebih berbahaya. Berikut penyebab dan gejalanya.

Dream - Meningitis merupakan peradangan selaput meningen yang berada di otak dan sumsum tulang belakang manusia, atau lebih sering disebut dengan radang selaput otak. Peradangan ini akan menyebabkan pembengkakan yang akan memicu berbagai gejala-gejala yang mengganggu.

Penyebab utama dari penyakit meningitis ini ialah bakteri, virus dan parasit. Apabila penyebab utama ini dibiarkan berkembang, maka gejala-gejala yang ditunjukkan juga akan semakin parah. Awalnya mungkin serupa dengan flu, namun lama kelamaan gejalanya akan semakin parah dan menyakitkan.

Untuk mengatasi masalah meningitis, kita dapat mencegahnya dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, ada juga imunisasi untuk mencegah virus penyebab meningitis. Lebih jelasnya Sahabat Dream bisa menyimak penyebab dan gejala meningitis berikut ini.

1 dari 5 halaman

Penyebab Meningitis

Virus dan Bakteri
Virus dan bakteri menjadi penyebab utama seseorang mengidap meningitis. Bakteri ini masuk melalui aliran darah dan bergerak menuju otak dan bagian spinal, apabila bakteri ini sampai di bagian tersebut, maka akan menyebabkan penyakit meningitis bacterial yang lebih parah.

Bakteri penyebab meningitis ini muncul disebabkan oleh infeksi pada telinga, tulang tengkorak yang patah atau bisa juga karena kegagalan operasi. Penyebab-penyebab tersebut bisa membuat bakteri-bakteri meningitis berkembang.

Sakit Kepala© Shutterstock


Jenis Bakteri Penyebab Meningitis
Dari sekian banyak jenis bakteri, empat bakteri ini menjadi bakteri penyebab meningitis yang paling umum. Seperti bakteri Streptococcus Pneumoniae, bakteri yang menyebabkan meningitis pada anak-anak. Ada juga Neisseria Meningitidis, yang menyebabkan meningitis tahap yang paling parah.

Selain itu ada juga bakteri Haemophilus Influenzae, yang banyak ditemukan pada anak-anak, juga Losteria Monocytogenes, yang banyak menyerang perempuan hamil dan orang lanjut usia.

2 dari 5 halaman

Gejala Meningitis pada Orang Dewasa

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami meningitis, ada beberapa gejala meningitis yang biasa ditunjukkan oleh penderita meningitis usia dewasa. Seperti gejala meningitis berikut ini:

Mual dan Muntah

Mual© Pixabay

Gejala meningitis awalnya mirip dengan gejala sakit flu, seperti mual dan muntah. Gejala mual dan muntah ini dipengaruhi oleh gangguan kinerja otak oleh pertumbuhan bakteri meningitis. Jangan sepelekan orang yang mengalami mual dan muntah dan berikan penanganan yang tepat.


Demam
Demam juga menjadi gejala yang sangat umum dialami oleh orang yang sedang sakit, mulai dari sakit ringan hingga sakit parah. Begitu pula dengan penderita meningitis, ia akan kerap mengalami demam tinggi yang dibarengi dengan mual dan muntah.


Sakit Kepala dan Leher Kaku
Gejala yang satu ini mungkin juga sangat umum terjadi. Penderita vertigo juga kerap mengalami gejala sakit kepala dan leher yang kaku. Apabila Anda mengalami gejala ini, segera periksakan diri untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

3 dari 5 halaman

Gejala Meningitis yang Umum

Demam dan Flu© Pixabay

Nyeri Otot
Selain gejala meningitis di atas, ada beberapa gejala lain yang lebih umum dan membuat penderita meningitis lamban dalam mengetahui penyakit mereka. Salah satunya nyeri otot, saat seseorang mengalami nyeri otot, banyak yang menyepelekan. Padahal nyeri otot yang berlebihan dan terlampau sering bisa menjadi gejala meningitis.


Sensitif Terhadap Cahaya
Gejala yang satu ini juga sangat umum, namun apabila mata mengalami kesensitifan yang berlebih terhadap cahaya, terutama pancaran cahaya yang tiba-tiba, bisa jadi itu adalah awal gejala meningitis. Mungkin kita kerap mengalami hal ini, namun pada gejala meningitis berbeda. Kesensitifan terhadap cahaya jauh lebih tinggi dan mengakibatkan sakit kepala yang parah.


Ruam yang Tak Kunjung Hilang
Satu lagi gejala meningitis yang umum terjadi pada orang dewasa, yaitu kemunculan ruam yang tak kunjung hilang. Ruam ini bisa berwujud seperti bercak merah biduran, namun bedanya ruam ini lebih lama hilangnya.


Karena gejala meningitis sangat umum, kita harus waspada dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala tersebut. Dengan diagnosa yang cepat dan tepat, penanganan penyakit meningitis akan lebih mudah.

4 dari 5 halaman

Gejala Meningitis pada Bayi

Penyakit meningitis juga rentan menyerang bayi dan anak karena imunitasnya yang belum terbentuk sempurna. Anak-anak, bahkan bayi juga dapat mengalami meningitis. Untuk mengenali penyakit meningitis pada bayi, perhatikan gejala-gejala yang ditunjukkan pada bayi, seperti:

Gejala Meningitis© Pixabay


Napas yang Tergesa-gesa dan Nafsu Makan Menurun
Bayi yang mengalami meningitis tidak bisa mengeluh atau mengatasi rasa sakit yang dia rasakan. Bayi cenderung akan menunjukkan gejala napas yang tersengal-sengal seperti berlari. Selain itu, bayi juga akan mengalami penurunan nafsu makan apabila terserang virus meningitis.

Menangis Berlebihan
Tangisan pada bayi yang menderita meningitis berbeda dengan tangisan bayi pada umumnya. Bayi akan menangis berlebihan dengan nada yang jauh lebih tinggi karena rasa sakit yang ia rasakan di bagian kepala.

Kaku dan Lesu
Tubuh bayi juga akan menunjukkan gejala meningitis berupa tubuh yang kaku dengan kaki yang menghentak-hentak. Setelah itu, bayi akan merasa lemas dan lesu.
Apabila bayi mengalami gejala meningitis ini, segera periksakan bayi ke dokter untuk mengurangi risiko meningitis.

5 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Meningitis

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena meningitis bisa menyerang siapa saja, akan lebih baik kalau kita mencegah segala kemungkinan yang menyebabkan meningitis, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Pemeriksaan Rutin© Pixabay


Dan, karena meningitis disebabkan oleh virus yang dapat menyebar, akan lebih baik kalau kita menutup mulut dan hidung ketika bersin, atau berada di lingkungan yang kurang sehat. Apabila sedang hamil, pencegahan meningitis juga bisa dilakukan dengan memperhatikan kebersihan makanan.

Jika sudah terkena meningitis, harus mendapat perawatan intensif dari dokter. Setelah sembuh, sebaiknya melakukan vaksinasi meningitis. (mut)


Semoga bermanfaat!

Sumber: Mayo Clinic

Beri Komentar