Periksa Jemari, Metode Baru di World Muslimah 2014

Reporter : Kusmiyati
Rabu, 12 November 2014 13:30
Periksa Jemari, Metode Baru di World Muslimah 2014
Ada yang berbeda di penilaian World Muslimah Award 2014, memasuki tahun keempat ini jemari para finalis akan diperiksa. Metode ini bertujuan untuk mengetahui potensi atau bakat yang dimiliki finalis.

Dream - Ada yang berbeda di penilaian World Muslimah Award 2014. Memasuki tahun keempat ini, jemari para finalis akan diperiksa. Metode ini menjadi yang pertama kali dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui potensi atau bakat yang dimiliki para finalis.

" Ini masuk ke dalam rangkaian tes di hari kedua, setelah para finalis diperiksa kesehatannya maka mereka menjalani rangkaian tes lagi yakni scan finger, nantinya mereka akan diperiksa oleh ahli pembaca sidik jari kemudian akan diketahui potensi atau bakatnya," kata Founder dan CEO World Muslimah Foundation, Eka Shanti.

Hal ini dilakukan agar ke depannya para finalis bisa mengasah bakat yang masih terpendam dalam diri mereka. " Saya belajar dari event sebelumnya, tidak ingin terjadi yang tidak diinginkan nantinya. Mereka harus konsisten dengan visi misinya maka saya rasa perlu ada scan finger ini. Potensi atau bakat yang dimiliki nantinya mereka asah lagi sehingga hal tersebut bermanfaat untuk dirinya dan orang yang ada di sekitarnya," ujar Eka.

Menurut ahlinya sekaligus founder Spectrum Synergy Biometric yang dipercaya untuk memeriksa kesepuluh jari para finalis, Andrian Benny tes ini sangat penting untuk pengembangan bakat mereka nantinya.

" Nantinya akan ketahuan, kalau misalnya meminta menuliskan tentang diri mereka mungkin itu masih tidak begitu meyakinkan. Tetapi kalau sudah dicek sidik jarinya maka akan ketahuan dia itu sifat dan sikapnya seperti apa," kata Benny.

Benny mengatakan kesepuluh jari memiliki makna tersendiri, " Nantinya jari mereka akan di scan. Alatnya seperi scan absen di perkantoran kemudian lewat sistem yang saya buat sendiri maka akan terbaca sidik jarinya. Nanti di situ akan ketahuan aslinya orang itu seperti apa. 10 jari semua punya makna," ungkap Benny.

Pemeriksaan hanya menghabiskan waktu sebentar yakni kira-kira lima menit dimulai dari jemari kiri. Para finalis pun terlihat begitu antusias dengan tes yang satu ini.

" Ibu jari itu berhubungan dengan cara bersosialisasi, telunjuk itu cara mereka berpikir, jari tengah bagaimana mereka bertindak, jari manis cara berkomunikasi, kelingking penglihatan atau cara mereka mengobservasi apa yang dilihat. Dan ini menurut kami sangat penting terlebih para finalis akan mewakili muslimah dunia," kata Managing Partner Spectrum Synergy Biomentric, Yozar Mohammad.

Benny menambahkan hasil dari pemeriksaan jemari ini akan menjadi bagian dari penilaian. " Bukan berarti scan finger ini penentu mereka menang atau kalah, tetapi ini bagian dari rangkaian tes. Bakat mereka akan diarahkan dan dikembangkan. Nantinya juga akan ditunjang dengan tes psikologis yang mereka lakukan," ujar Benny.

Benny berharap para finalis bisa lebih percaya diri dengan potensi yang dimiliki dan lebih menggali serta mengembangkannya. " Kalau sudah tahu potensi dan bakatnya kemana maka sebaiknya segera dikembangkan atau diasah. Semoga ini bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri melainkan orang yang ada di sekitarnya," kata Benny.

Beri Komentar