Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: T-shirt/UNIQLO
Dream - Tak pandang latar belakang dan profesi, kaus berlengan pendek jadi fashion item yang wajib dimiliki. Mudah dipadukan dan cocok dikenakan di ragam acara, konsep t-shirt atau kaus lengan pendek ini pun sudah mengalami banyak perubahan sejak pertama kali diciptakan William Cotton pada 1864 silam.
Penemuan ini berbarengan saat ia mendeklarasikan penemuan mesin rajut komersial dilanjut penamaan t-shirt diberikan novelis Amerika legendaris, F. Scott Fitzgerald
Dari situ, t-shirt memiliki tempat sendiri di hati masyarakat dan menjadikannya sebagai item pakaian kasual yang ikonis dan kerap jadi andalan di ragam kalangan.
Begini sejarah t-shirt!
Di pertengahan antara abad ke-5 hingga akhir abad 15, t-shirt masih menggunakan bahan wol dan linen karena dianggap sebagai pakaian dalam dengan bentuk memanjang di bagian belakang.
Fungsi t-shirt sebagai pakaian dalam bertahan hingga t-shirt versi William Cotton hadir dan diterima masyarakat, khususnya para pekerja yang membutuhkan pakaian nyaman untuk digunakan saat hari libur.
Pada 1904, perusahaan pakaian dalam Cooper, meluncurkan iklan komersial t-shirt dengan konsep before and after. Menampilkan model pria yang mengenakan crew neck t-shirt, menegaskan sisi praktikal dan kelebihan dari garmen nyaman yang tak lama diadaptasi angkatan laut Amerika, yang mewajibkan perwira mengenakan t-shirt saat berseragam.
Walau begitu, Cooper bukanlah nama pembentuk gaya simpel t-shirt yang diselebrasi hingga hari ini. Melainkan eksperimen para penjahit berupa eksplorasi material pada long john.
T-shirt nyaman yang dapat meregang dengan praktis di antara kepala dan tangan, hingga menampilkan bentuk T yang istimewa. Menjadi sumbu dari pergeseran t- shirt yang semula adalah pakaian dalam menjadi outerwear.
Semenjak Oxford Dictionary menyatakan F. Scott Fitzgerald sebagai sosok pertama yang menggunakan istilah t-shirt, momen ini menjadi jejak awal t- shirt menjadi fashion item esensial, khususnya di era ini.
Dimulai pada era ‘50s lewat industri layar lebar di mana pada film Streetcar Named Desire dan Rebel With A Cause, aktor Marlon Brando dan James Dean mengenakan t-shirt putih polos pada sederet scene ikonis.
Begitu pula di masa Madonna menjadi pop icon pada 80-an yang memadukan white t-shirt dengan rok bermotif tartan.
Digitalisasi di berbagai sisi kehidupan mendorong manusia lebih piawai mengolah waktu untuk mengikuti perkembangan zaman yang terus berjalan.
Dalam saat yang sama, era digital memberi akses tentang ilmu psikologi yang luas. Karena itu, pakaian dianggap sebagai instrumen yang memengaruhi kualitas seseorang setiap harinya. Tentu, kenyamanan dalam berpakaian harus dirasakan ketika digunakan tubuh kita.
Tokoh penting dunia seperti Mark Zuckerberg, Co. Founder & CEO Facebook Inc., mengenakan t-shirt dalam beragam kesempatan penting seperti konferensi, presentasi peluncuran produk, bahkan menyambut tamu penting di kantornya.

T-shirt merupakan signature dari Zuckerberg yang membawa pesan positif, bahwa kesuksesan tidak diukur dari tampilan luar dan justru di era modern, pakaian sederhana identik dengan figur berpengaruh yang memiliki kontrol secara tidak langsung terhadap society global.
Selain itu, figur berbakat yang adalah pengusaha, seniman, dan desainer, Kanye West, juga mengadopsi t-shirt pada beragam rutinitasnya.
Ia setia dengan semangat streetwear yang membuatnya terus mengandalkan oversized t-shirt dengan potongan lengan di atas siku.

Cara berbagai figur di berbagai era menikmati pesona dari t-shirt, turut menginspirasi UNIQLO dalam menghadirkan beragam t-shirt dengan kualitas dan signature yang menjadi pesona dari setiap potongan di koleksi UNIQLO T-Shirt.
Tersedia bagi pria dan wanita, UNIQLO T-Shirt menjahit berbagai instrumen yang hadir di antara dinamika yang terjadi di berbagai era tadi untuk meraih sebuah identitas t-shirt yang ideal, dengan kenyamanan yang didukung teknologi, variasi material.

Hal tersebut, membuat UNIQLO T-Shirt versatile, siluet modern yang dirancang mengikutsertakan ide desain Christophe Lemaire, dan variasi warna yang membuat basic item, yang dianggap universal ini diciptakan untuk berbagai figur.
Untuk koleksi pria, UNIQLO T-Shirt memiliki tampilan ultra modern dan elegan dengan jiwa sporty yang terselip di antaranya U AIRism Cotton Oversized Crew Neck H/S T-Shirt yang memiliki potongan oversized groovy dari material yang halus dan mudah kering.

Sedangkan untuk koleksi wanita, UNIQLO T-Shirt terdiri dari W’s AIRIsm Cotton U Crew Neck Oversized S/S T-Shirt yang menghadirkan keseimbangan antara fungsi dan desain, W’s U Crew Neck S/S T-Shirt dengan katun jersey yang tahan lama dan mempertahankan sebuah bentuk berkarakter.
W’s Smooth Cotton French Sleeves T-Shirt yang adalah t-shirt elegan berpotongan rileks yang memberikan aksen drape dan potongan lengan gaya french yang indah dan mudah dipadukan dengan fashion item favorit Sahabat Dream lainnya.
Koleksi ini terbuat dari katun dengan efek kilau yang dapat dipadukan dengan apa pun namun tetap terlihat flattering dan anti kusut. (mut)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya