6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Foto: Amrikh Palupi/Dream.co.id)
Dream - Langkah para finalis Sariayu Umrah Cantik untuk mencapai babak final harus melalui perjuangan yang tidak mudah. Bersaing ketat dengan ratusan pendaftar, mereka yang lolos ke babak final pun harus berjuang keras.
Ya, 10 finalis Sariayu Umrah Cantik tak hanya datang dari Jabodetabek. Ada tiga peserta berasal dari luar Jakarta, bahkan luar Jawa. Mereka adalah Suryani Wahyu Lestari dari Pekanbaru, Nabilla Alatas dari Lampung dan Nabilla Jayanty dari Nusa Tenggara Barat.
Ketiganya mengaku berusaha sekuat tenaga untuk tiba di ibukota. Mengikuti sesi final yang berlangsung, di gedung AXA Tower Kuningan, Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017.
Dengarkal kisah Nabila yang bertolak dari Semarang, Jawa Tengah. Gadis asal NTB ini menempuh perjalanan panjang dari kota Lumpia itu untuk sampai ke Jakarta. Gadis yang tengah menempuh pendidikan tingkat sarjana di Semarang itu hampir ketinggalan pesawat.
Nabila tanpa sengaja bangun kesiangan setelah memberi kejutan ulang tahun ke salah satu sahabatnya.
" Sebelumnya aku tanggal 25 malam memberikan kejutan ulang ke teman, pulang jam tiga. Bikin aku bangunnya kesiangan. Padahal pesawat jam 1 dan minimal sampai bandara itu jam 12 siang," kata Nabilla Jayanty.
Cobaan tak berhenti disitu. Nabila terpaksa menumpang mandi di sebuah masjid. Air di kontrakannya ternyata mati.
Dalam perjalanan menunju Bandara, Nabila kembali menghadapi cobaan. Jalanan menuju Bandara Ahmad Yani macet. Di saat bersamaan, pesawat yang akan ditumpanginya ternyata sudah landing dan siap untuk dinaiki penumpang menuju Jakarta.
" Sepanjang jalan cuman bisa nangis dan telepon temen aku biar bisa chek in di sana. Sama istighfar ke Allah, rasanya mustahil bakal sampai tepat waktu, " ungkapnya.
Rasa panik yang mendera, membuat Nabila makin kalut. Konsentrasi pecah. Tiba di Bandara, dia tak sadar pesawat telah siap berangkat. Nabila kala itu hanya terduduk di ruang tunggu.
" Aku kira yang sudah mau berangkat Garuda (maskapai penerbangan nasional), ternyata itu pesawatku. Namaku dipanggil dan aku naik pesawat semua mata tertuju padaku, " kenangnya.
Dan semua perjuangan itu terbayar. Nabila tiba di Jakarta. Mengikuti seleksi babak final Sariayu Umrah Cantik. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya