Ponsel Dapat Jadi Detektor Kebohongan

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 10 Juni 2018 08:20
Ponsel Dapat Jadi Detektor Kebohongan
Ilmuwan sedang mengembang alogaritmanya.

Dream - Saat ini ilmuwan komputer dari Universitas Kopenhagen, Denmark, sedang mengembangkan alogaritma berdasarkan kebiasaan jari menggeser di layar ponsel. Alogaritma yang diciptakan para ilmuwan itu bernama Veritaps.

Alogaritma itu akan memberi centang hijau ketika pernyataan yang disampaikan pengguna benar. Ketika pernyataan yang disampaikan meragukan, sistem akan mengirim informasi ke pengguna.

Diwartakan CNet, Kamis, 19 April 2018, Aske Mottelson, salah satu ilmuwan yang kemampuan alogaritma itu mengatakan detektor ini membandingkan dengan poligraf. Meski begitu sistem ini, kata dia, memiliki batasan dan tidak seharusnya digunakan dalam persidangan.

Poligraf merupakan standar untuk mendeteksi kebohongan yang dibuat sejak 1921.

Pada abad ke-21 deteksi kebohongan menggunakan respon tubuh untuk mendeteksi kebohongan. Salah satunya Converus, perusahaan aplikasi, membuat tes analisis kebenaran berdasarkan pupil mata, EyeDetect yang diklaim akurat 86 persen.

Sementara itu, perusahaan aplikasi yang berbasis di Toronto, Kanada, NuraLogix menggunakan kamera video konvensional untuk mendeteksi alirah darah di wajah seseorang.

Teknologi itu bernama Transdermal Optical Imaging. Kepala Petugas Sains Perusahaan NuraLogix Kang Lee mengatakan " Mesin mempelajari dan mendalami secara mendalam mengenai pola berbohong dan kebenaran."

Meski begitu para perusahaan pengembang deteksi kebohongan melalui ponsel ini memiliki sejumlah pertanyaan etik. NuraLogix misalnya khawatir mengenai menyalahi privasi pengguna yang memberi personal informasi, semisal detak jantung dan tekanan darah.

Veritaps juga mengkhawatirkan terjadinya transaksi mencurigakan pengguna.

" Mudah memperkirakan cara-cara yang tak optimal. Apa yang disarankan dalam program ini apakah masuk klasifikasi kebohongan atau tidak," kata Mottelson.

(Sah)

Beri Komentar