Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Curiga berlebihan kepada pasangan bisa membuat hubungan menjadi runyam. Beberapa orang akhirnya mencoba menggunakan cara-cara halus untuk mengetahui pasangan berselingkuh atau tidak.
Mulai dari memeriksa pesan di ponsel, mengintip akun pasangan di Facebook atau menggeledah lemari untuk mencari bukti surat maupun catatan tertentu.
Akan lebih mudah lagi jika bisa menemukan tanda lipstik atau mencium bau parfum yang asing di baju pasangan.
Namun menurut ilmuwan di Australia, cara termudah untuk menentukan pasangan berselingkuh atau tidak adalah dengan melihat wajahnya.
Sayangnya, cara ini hanya untuk wanita yang ingin mencari tahu apakah pacar atau suaminya berselingkuh.
Sebenarnya ini juga berguna pagi para suami yang ingin mengetahui apakah rekan kerja istrinya itu teman atau selingkuhannya.
Lantas, wajah pria yang bagaimana yang menunjukkan bahwa dia telah selingkuh di belakang istri atau pacarnya? Simak penjelasannya berikut ini.
Jika khawatir pasangan mungkin selingkuh, perhatikan baik-baik wajahnya. Wajah seorang pria mungkin memberikan petunjuk dia selingkuh atau tidak jujur dalam ikatan perkawinan.
Hal itu diungkapkan para ilmuwan dari University of Western Australia setelah melakukan eksperimen terhadap 1500 orang.

Dalam studi, peserta eksperimen diperlihatkan 100 gambar wajah pria. Sebelumnya, para pemilik gambar wajah itu telah menceritakan latar kehidupan rumah tangga mereka kepada para ilmuwan.
Para peserta kemudian diminta untuk memperingkat gambar menggunakan skala 10 poin sebagai pria yang tidak jujur.
Ternyata para peserta mampu memprediksi dengan tepat jika beberapa pria telah selingkuh dalam pernikahannya.
Di antara para peserta, 20 persen melakukannya dengan benar dengan akurasi yang luar biasa.
Saat diperiksa oleh para ilmuwan, gambar wajah pria yang ditunjuk oleh para peserta eksperimen memperlihatkan wajah maskulin.
Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa pria dengan wajah maskulin dan terlihat jantan lebih cenderung melakukan perselingkuhan.

Pria berwajah maskulin dan jantan juga cenderung untuk memiliki banyak pasangan atau melakukan seks bebas.
Namun secara mengejutkan, pria dengan penampilan yang menarik atau tampan tidak lagi dianggap sebagai perebut istri orang.
Pria yang tidak jujur dalam perkawinan menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Science itu adalah yang memiliki wajah maskulin.
Lantas, wajah maskulin itu yang bagaimana? Menurut studi tersebut, pria berwajah maskulin itu ciri-cirinya memiliki dagu yang lebih tegas
Selain itu, ciri lainnya adalah dia memiliki alis yang tebal dan menyolok. Ciri wajah maskulin selanjutnya adalah rahang terlihat persegi atau tegas.
Nah, itulah ciri-ciri wajah maskulin yang menandakan pemiliknya tidak jujur dalam menjalani hubungan pernikahan.
" Maskulinitas menandakan kecenderungan pria untuk mengadopsi strategi menikah jangka pendek. Pria berwajah maskulin memiliki lebih banyak pasangan dan sikap yang lebih positif terhadap seks bebas," kata studi tersebut.
Selanjutnya, para ilmuwan membagikan 100 foto wajah wanita yang kemungkinan akan berselingkuh. Para peserta kemudian diminta untuk melakukan penilaian yang sama seperti eksperimen pertama.
Hasilnya cukup mengejutkan. Para peserta mengalami kesulitan untuk menentukan pilihannya dalam eksperimen kedua.
Kesulitan para peserta eksperimen kemungkinan disebabkan ciri wajah feminin yang dianggap tak mungkin melakukan perselingkuhan.
Namun studi ini memperingatkan bahwa eksperimen yang dilakukan mungkin tidak memiliki tingkat akurasi tinggi.
Karena itu eksperimen ini tidak boleh dijadikan sebagai landasan untuk memberikan penilaian tentang perselingkuhan di kehidupan sehari-hari.
(Sah, Sumber: Mirror.co.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya