Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pelat Nomor.
Dream – Pelat nomor atau tanda nomor kendaraan bermotor merupakan salah satu bukti kendaraan terdaftar di sistem manunggal satu atap (Samsat). Bagian dari kendaraan ini terdiri atas kode wilayah pendaftaran, nomor pendaftaran kendaraan bermotor, dan masa berlaku.
Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 31 Juli 2019, huruf pertama dari pelat nomor kendaraan merupakan kode wilayah pendaftaran. Tanda sepeti B, F, atau D memberitahukan kepada petugas atau publik perihal asal daerah pendaftaran kendaraan tersebut.
Selanjutnya, yaitu nomor pendaftaran kendaraan yang umumnya terdiri atas 4 angka. Terakhir adalah huruf sebagai kode pembagian sub wilayah.
Misalnya di Blitar, kode wilayahnya adalah AG, dan wilayah Blitar diberi alokasi P, Q, dan R. Jadi, Samsat Blitar hanya menerbitkan kendaraan dengan akhiran PA, PB, PC, PD, PE, hingga PZ.
Kemudian lanjut QA, QB, QC, hingga QZ, dan lanjut RA, RB, RC, RD, hingga RZ. Contoh pelat nomor Blitar adalah AG 2314 QF.
Di akhir pelat nomor, ada masa berlaku. Kendaran bermotor yang terdaftar memiliki masa berlaku selama lima tahun. Setelah habis, pemilik wajib mendaftarka ulang kendaraannya.
Misalnya, kamu membeli mobil/motor pada Desember 2010 dan diurus diler pada Januari 2011. Kendaraan ini memiliki masa berlaku sampai dengan Januari 2016.
Nantinya, di STNK ditulis lengkap dengan tanggal, sedangkan di TNKB (pelat nomor) hanya bulan dan tahun singkat, yaitu 01.16.
Polisi di lapangan mengidentifikasi kendaraan yang belum melakukan registrasi ulang lima tahunan dengan cara melihat kode angka ini.
Jenis pelat nomor bisa dilihat dari warna dasarnya. Warna hitam digunakan sebagai kendaraan pribadi, merah kendaraan pemerintah, dan putih milik negara lain yang beroperasi di Indonesia. Pelat putih biasanya digunakan oleh konsulat atau diplomat negara asing.
Satu warna yang tidak ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah (PP), adalah dasar warna Putih tulisan merah. Kendaraan yang menggunakan pelat nomor ini hanya boleh digunakan dari pabrik ke dealer dan dari dealer ke rumah atau kantor pembeli kendaraan.
Jadi yang boleh mengendarai kendaraan berpelat dasar putih tulisan merah hanya pengemudi dari pabrik atau diler yang membawa STCK (Surat Tanda Coba Kendaraan), serta surat perintah dari pabrik atau diler.
(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)
Dream – Seorang pemilik Porsche rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli sebuah pelat nomor unik. Untuk membeli pelat nomor “ 911”, pemilik mobil mewah itu harus menebusnya 525 ribu dolar Australia atau sekitar Rp5,68 miliar.
Dilansir dari Motoring, Rabu 17 Oktober 2018, pelat kendaraan bernomor 911 ini dilelang oleh Shannonsacara dalam acara Motorclassica Auction di Melbourne, Australia. Pelat ini telah dimiliki selama 35 tahun.

Tak hanya nomor “ 911”, ada juga beberapa pelat kendaraan yang harganya mahal banget. Misalnya, pelat bernomor 105 yang terjual 325 ribu dolar Australia (Rp3,52 miliar), 104 seharga 291 ribu dolar Australia (Rp3,15 ribu).
Ada pula pelat nomor 106 seharga 265 ribu (Rp2,87 miliar) dan “ 747” yang dijual seharga 195 ribu dolar Australia (Rp3,15 miliar).
Total penjualan pelat ini mencapai 3,5 juta dolar Australia (Rp37,92 miliar). Harga pelat kendaraan ini makal karena kombinasi nomor ini sangat jarang.
Dream – Harga pelat nomor dengan angka cantik memang sangat mahal. Di Malaysia bahkan ada pelat nomor yang dijual dengan harga hampir Rp4 miliar.
Dikutip dari Paultan, Selasa 28 Agustus 2018, pelat nomor itu termasuk spesial di negeri jiran. Pelat nomor “ Malaysia 1” laku terjual 1.111.111 ringgit, atau sekitar Rp3,96 miliar. Pelat nomor yang dilelang Aldi International ini memecahkan rekor pelat nomor “ V1” yang terjual sebesar 989 ribu, atau sekitar Rp3,52 miliar, pada 2016.
Di Malaysia, pelat nomor termahal ke tiga adalah Malaysia 99, yang laku terjual dengan harga 501.500 atau sekitar Rp1,78 miliar.
Aldi Malaysia juga menjual pelat nomor “ Malaysia 2” dengan harga 422 ribu ringgit, atau sekitar Rp1,5 miliar, dan “ Malaysia 4” seharga 162 ribu ringgit, atau Rp577,52 juta.
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengatakan, pemerintah Malaysia telah mendapatkan pendapatan 13,1 juta ringgit, atau sekitar Rp46,7 miliar, dari pembiayaan pelat nomor cantik ini. “ Semua uang ini akan masuk kas pemerintah,” kata Loke.
Dia mengatakan 3.353 nomor pelat cantik yang telah terjual dan 6.645 lainnya masih tersedia. Pelat nomor Malaysia 8055 ditawar 49 kali, Malaysia 100 31 tawaran, dan Malaysia 1957 29 kali.
Dream – Bagi pecinta “ angka cantik”, pelat nomor kendaraan turut menjadi incaran. Apalagi, kalau nomornya unik dan bisa dibaca. Harganya? tentu mahal.
Dikutip dari Metro.co.uk, Jumat 9 Februari 2018, ada sebuah pelat mobil yang dilelang. Harganya tak tanggung-tanggung. Satu pelat dilepas dengan harga berkisar 800 ribu poundsterling (Rp1,52 miliar) hingga 100 ribu poundsterling (Rp1,92 miliar).
Pelelangan ini dilakukan di Humbert and Ellis Auctioneers di Whittleburry, Northamptonshire, Inggris. Rencananya, pelat nomor ini akan dilelang pada 22 Februari 2018.

Pelat nomor ini dilelang kembali setelah 40 tahun tidak terpakai. Kabarnya, pelat nomor yang jarang digunakan di Inggris bisa digunakan sebagai investasi. Lucu ya?
Petugas di balai lelang, Jonathan Humbert, mengatakan, pelat kendaraan bermotor yang memiliki sedikit angka 1 selalu menarik perhatian orang.
“ Nomor pelat ini bisa dieja sebagai kata ‘tax’ (pajak) yang biasanya menakutkan bagi orang-orang. Tapi, pelat nomor ini menarik perusahaan kendaraan, akuntan, seperti Uber dan Addison Lee, jika dibubuhkan angka 1 di belakang ‘tax’,” kata dia.
Berminat untuk membelinya, Sahabat Dream?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya