Jumat, 16 Oktober 2026 Cari

Rotavirus, Si Pemicu Utama Diare Pada Balita

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 7 Januari 2017 08:00
Rotavirus, Si Pemicu Utama Diare Pada Balita
Ketika sistem imunitas anak sedang tidak baik, rotavirus pun masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi usus.

Dream - Buah hati muntah berkali-kali disertai buang air besar yang bentuknya berupa cairan. Kondisi ini memang terdengar seperti diare biasa dan banyak yang menganggapnya disebabkan oleh bakteri.

Diare memang bisa dipicu karena kontaminasi bakteri pada sistem pencernaan. Tapi diare juga bisa disebabkan oleh paparan virus pada usus yang bernama rotavirus. Virus ini banyak ditemukan di mainan anak-anak, area sekolah dan di rumah.

" Penularan rotavirus ini sangat mudah, melalui oral. Ketika sistem imunitas anak sedang tidak baik, rotavirus pun masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi usus. Gejala awalnya adalah anak selalu memuntahkan makanan dan minuman yang dikonsumsinya," ujar Albert Fiehl, seorang dokter anak.

Gejalanya selain muntah adalah buang air besar terus menerus. Lalu suhu tubuh naik, tubuh lemas, selalu ingin tidur, pusing saat berdiri dan batuk serta pilek. Penularannya sendiri biasanya melalui rute oral.

Misalnya ketika ada anak yang terpapar rotavirus di tangannya kemudian memegang mainan, lalu ada anak lain yang memegang mainan dan memasukkannya ke mulut.

" Balita memang yang paling sering mengalami rotavirus karena mereka suka memasukan apapun ke mulutnya. Apalagi mereka juga belum bisa cuci tangan sendiri," kata Fiehl.

Jika Anda curiga si kecil terpapar rotavirus, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memberinya banyak cairan. Bisa berupa cairan steril, ASI, jus atau air putih. Pastikan ia tak mengalami dehidrasi. Biasanya gejala muntah dan diare akan terjadi selama 3 hingga 5 hari.

Periksakan ke dokter jika gejala tak kunjung mereda setelah 5 hari atau ketika anak mengalami dehidrasi. Untuk pengobatan sendiri, dokter biasanya tak memberi obat karena bisa sembuh dengan sendirinya. Hal yang penting dilakukan adalah menjaga agar anak tak kekurangan cairan.

Sumber: Momjunction

Beri Komentar