BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Dwiki Darmawan Dan Ita Purnamasari (Dream.co.id/Amrikh Palupi)
Dream - Nama penyanyi senior Ita Purnamasari telah lama tidak terdengar di dunia musik Tanah Air. Penyanyi ini kembali muncul setelah merampungkan album bertema religi menyambut Ramadan 2015 bertajuk 'Spiritual Journey'.
Ita mengatakan album ini lahir dari pengalaman spiritual yang pernah dijalaninya. Di album berisi delapan single religi ini, nuansa spiritual begitu terasa.
" Di album ini banyak ciptaan mas Dwiki. Ini merupkan curahan hati tertuang dalam lagu dan musik. Seperti rasa kegalauan, kerisauan, suasana hati, suka duka ada di album ini," ujar Ita Purnamasari saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta.
Ita menerangkan, sejumlah pengalaman spiritual tersebut membuatnya semakin dekat dengan Sang Pencipta. Bagi dia, setiap single di album ini merupakan bentuk pencerahan yang dialaminya.
" Lewat album ini membuat pencerahan buat saya dan lebih mendekatkan diri ke Maha Kuasa. Semoga menginspirasi orang lain," ungkapnya.
Album Spiritual Journey berisi delapan single. Tetapi, hanya dua lagu baru sedangkan sisanya merupakan single aransemen ulang.
" Semuanya ada delapan lagu. Enam lagi distatemen ulang dari lagu religi lama aku dan dua lagu baru berjudul Taubat dan Bersyukur Padanya ciptaan Dwiki Dharmawan," ungkap Ita.
Pada kesempatan yang sama, Dwiki Dharmawan selaku pencipta sekaligus managemen lagu mengatakan Ramadan lima tahun lalu merupakan bulan yang menjadi inspirasi terciptanya album ini. Kala itu, Dwiki tengah menjalankan salat Tahajud dan merasakan suasana begitu tenang.
" Pada saat menjelang Ramadan lima tahun yang lalu ketika dua minggu menjelang Ramadan. Tidak disengaja tengah malam setelah salat Tahajud sekitar jam dua tercipta melodinya. Kang Teddy Snada menulisnya liriknya akhirnya jadilah lagu Taubat," ujar Dwiki Dharmawan.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
