Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Elon Musk (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Isu miliarder terkaya dunia, Elon Musk memiliki Twitter kembali berhembus jelang akhir pekan lalu. Namun kabar akuisisi kali ini diiringi isu menggelisahkan bagi para pegawai platform media sosial tersebut.
Sebagai langkah awal jika proses akuisisinya berjalan mulus, CEO Tesla itu berencana memecat alias Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sebagian besar staf Twitter.
Santer kabar Musk telah memberi tahu calon investor bahwa ia akan memecat 75 persen dari 7.500 staf Twitter setelah menyelesaikan kesepakatan.
Sementara itu, dokumen internal yang diperoleh The Post mengungkapkan bahwa Twitter saat ini berencana mengurangi gaji perusahaan sebesar US$ 800 juta.
Seorang ilmuwan data yang pernah bekerja untuk Twitter, Edwin Chen, mengatakan bahwa pemotongan karyawan oleh Musk akan tidak terbayangkan.
" Ini akan menjadi efek yang mengalir di mana mereka akan mengalami penurunan layanan dan orang-orang yang tersisa tidak memiliki pengetahuan kelembagaan untuk mengembalikannya, dan benar-benar mengalami demoralisasi," ujar Chen, dikutip dari laman Engadget.
Musk juga mendukung PHK staf dengan alasan bahwa tidak ada alasan kuat untuk perusahaan tetap mempertehankan pekerja yang dinilai berkinerja rendah. Hal ini diungkapkan orang yang terkaya di dunia dalam pertemuan Twitter Town Hall pada bulan Juni.
Pemilik bisnis Space-X ini juga menganjurkan untuk melonggarkan pembatasan moderasi konten dan mengizinkan akun yang sebelumnya dilarang untuk diaktifkan kembali.
Menurut Bloomberg News, penasihat umum Twitter Sean Edgett mengatakan kepada staf bahwa diskusi tentang penghematan biaya terjadi awal tahun ini dan bahwa mereka berhenti membahasnya setelah perjanjian merger ditandatangani.
Kabar Musk yang meminta PHK hingga 75 persen pegawainya langsung dibantah Twitter. Manajemen meminta para karyawannya untuk tidak percaya dengan kabar 75 persen pekerja akan kena PHK saat Elon Musk mengambil alih perusahaan.
Dikutip dari NBC News, Sean Edgett, General Counsel, Twitter dalam email-nya ke karyawan mengatakan, rumor atau dokumen yang bocor belum tentu benar, sehingga mereka harus menunggu fakta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya