Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Humas BNPB)
Dream - Kasus aktif Covid-19 di Indonesia sudah menurun sejak puncaknya pada 24 Juli 2021. Per 14 November 2021, pemerintah mencatat ada 9.018 kasus aktif Covid-19 dan terus berupaya menekan penyebaran virus corona.
Dalam rapat terbatas, Presiden Joko Widodo melalui Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan agar masyarakat tetap waspada terutama dalam menghadapi peringatan Hari Natal dan Perayaan Tahun Baru (Nataru).
Jokowi berharap Indonesia tidak mengalami lonjakan kasus Covid-19 lagi. Ia juga menekankan kepada lima provinsi terus dimonitor karena selain jumlah kasusnya mulai melandai, juga terlihat indikasi kenaikan kasus.
“ Jangan sampai terjadi lonjakan berikutnya. Presiden menekankan lima provinsi yang jumlah kasusnya sudah mulai melandai dan ada beberapa indikasi mulai ada kenaikan itu harus dimonitor secara ketat, kelimanya provinsi di Jawa,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Senin 15 November 2021.

Menurut Budi, dalam sepekan terakhir terdapat 126 kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan kasus positif Covid-19. Dari jumlah itu, ada yang mengalami peningkatan selama tiga pekan berturut-turut.
Kementerian Kesehatan telah melakukan observasi dan menemukan penyebab kenaikan kasus Covid-19 pada 126 kabupaten/kota tersebut. Menurut Budi, sebagian besar penyebabnya adalah kasus positif di sekolah dan kelompok lanjut usia.
“ Berdasarkan observasi Kemenkes pada Minggu lalu, 126 kabupaten/kota yang naik beberapa di antaranya ada yang sudah 3 minggu berturut-turut naik. Sebagian besar kenaikannya disebabkan karena kasus positif di sekolah dan lansia,” tutur Budi.
Mendapati temuan tersebut, Budi mengaku segera melakukan konsolidasi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim untuk membahas kasus Covid-19 pada sekolah tatap muka. Konsolidasi tersebut rencananya akan digelar minggu ini.
" Rencananya minggu ini kita sudah bisa selesaikan bagaimana kita bisa tetap melakukan program (sekolah) tatap muka, tapi dengan surveilans yang aktif dan lebih kuratif," lanjutnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan kepada pihak sekolah yang memulai pembelajaran tatap muka untuk segera menangani jika ada indikasi gejala Covid-19.
“ Agar kalo ada indikasi, (virusnya) tidak menyebar,” tambahnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya