4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi Pria Mengisi BBM Ke Tangki Mobil.
Dream – Ketika mengisi bahan bakar, ada banyak pilihan bagi Sahabat Dream. Ada BBM bensin yang memiliki nilai oktan 88, 90, bahkan 92.
Bicara tentang BBM, tak jarang orang-orang beralih dari BBM bernilai oktan rendah ke yang tinggi. Terlebih jika tangki bensin di kendaraan sudah sekarat. Plus, SPBU kehabisan jenis BBM yang sering kita pakai.
Contohnya, kamu yang sering menggunakan pertalite akan beralih ke pertamax jika SPBU itu tidak menjual RON 90.
Kalau hanya satu kali pindah untuk mengisi kekosongan, no problem. Semua jenis bahan bakar, pada dasarnya, punya rantai hidrokarbon. Tak masalah jika 1-2 jenis BBM nyampur di satu tangki.
Alangkah lebih baik kalau kamu menunggu dulu bensinnya habis, baru, deh, diisi dengan BBM yang sering dipakai. Kalau mau ganti sekalian dengan jenis BBM baru juga boleh. Tapi, kamu harus konsisten.
Yang jadi masalah, banyak orang seenaknya gonta-ganti BBM. Misalnya, hari ini pertamax. Besok pakai pertalite. Besoknya lagi pakai premium. Malah, ada yang suka mencampur premium dan pertamax demi mendapatkan bahan bakar setara pertalite.
Kalau sering gonta-ganti jenis BBM, kamu akan membahayakan “ nyawa” kendaraanmu.
Cara-cara ini sangat berbahaya. Setiap mesin kendaraan punya nilai kompresi yang berbeda. Umumnya, mesin ini sudah disesuaikan dengan bahan bakar yang ada di pasaran.
Ketika bahan bakar yang biasa dipakai itu diganti, mesin otomatis akan menyesuaikan diri kembali kompresinya. Peralihan yang cepat bisa mendatangkan dampak buruk bagi mesin. Salah satunya adalah mesin mudah rusak dan sulit dihidupkan.
Ini juga sama jika kamu sering gonta-ganti merek. Misalnya dari merk A ke merk B. Setiap produsen punya konfigurasi yang berbeda. Perbedaan konfigurasi ini bisa membuat mesin kaget dan bermasalah.
(Sumber: Suzuki)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
