Skyegrid Menyediakan Platform Untuk Bermain Game Dengan Harga Terjangkau. (Foto: Dream.co.id/Cynthia Amanda Male)
Dream – Dunia gaming semakin berkembang pesat. Bahkan, anak negeri pun ikut membuat permainan yang berkualitas. Namun, tidak semua game tersebut bisa diakses secara bebas.
Beberapa kendalanya adalah harganya yang mahal, spesifikasi perangkat yang kurang mumpuni dan kecepatan internetnya.
" Untuk memainkan game triple A, membutuhkan console game seperti PlayStation, Xbox atau PC berspesifikasi tinggi,” kata CEO Skyegrid, Rolly Edward di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis malam 10 Agustus 2018.
Rolly mengatakan, tak semua orang mampu membelinya gadget ini. “ Belum lagi membeli satu unit TV dan game-nya. Bisa habis Rp6 juta-13 juta,” kata dia.
Rolly mengatakan, salah satu solusi yang ditawarkan oleh anak bangsa adalah Skyegrid. Aplikasi ini merupakan platform game streaming berbasis cloud yang memungkinkan seseorang untuk mengakses berbagai jenis game via ponsel, tablet, PC dan laptop.
" Sudah bisa diakses lewat situs www.skyegrid.id dan sign in untuk mencoba layanannya selama beberapa hari. Minggu depan sudah bisa diunduh via Play Store. Sedangkan App Store masih menunggu izin," katanya.
Untuk bisa menikmati layanan ini, dia mengatakan gamers hanya membutuhkan sistem operasi minimal Android KitKat dan kecepatan internet 5 mbps.

" Untuk bisa menikmati layanannya, minimal Android KitKat dan handphone 4G dengan kecepatan 5 mbps. Sebenarnya, 1 mbps pun bisa, tapi gambarnya jelek. Kalau mau nyaman, perlu 5 mbps," kata Rolly.
Aplikasi dan situs besutan 9 anak negeri ini bisa diakses di Indonesia dan Singapura selama 24 jam per bulan dengan merogoh kocek Rp179 ribu.
" Kami akan fokus di Asia Tenggara dulu. Untuk harganya, tidak ada kenaikan. Mungkin akan ada paket per 3 dan 6 bulan yang lebih murah,” kata dia.
Dengan kehadiran layanan ini, diharapkan gamers bisa lebih mudah mengakses berbagai jenis game tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Langkah ini juga berfungsi mencegah pembajakan dan mempublikasikan game lokal ke kancah internasional.
" Dengan adanya Skyegrid, mudah-mudahan pembajakan berkurang karena beli yang asli kan, terlalu mahal. Game lokal juga mulai bisa dikenal di Singapura dan semoga meluas karena cukup berkualitas," kata seorang pemain game lokal, Rindradana Abuget.
© Dream
Menurut Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Skyegrid ini berbeda dengan platform (game) biasanya. Istilahnya di economy digital, Skyegrid adalah contoh dari economy sharing. Artinya, teknologi ini bisa memberikan stimulan pada teman-teman pengembang lokal di Indonesia untuk menuju pasar internasional.
" Negara kita jangan hanya menjadi konsumer untuk game. Kita akan dorong game ini suatu saat menjadi devisa besar di negara kita," ujar Rudiantara pada talk show di acara peluncuran Skyegrid tersebut.

Senada dengan Menkominfo, Direktur Infrastruktur TIK Bekraf Muhammad Neil El Himam menuturkan, Skyegrid sangat mungkin menjadi nafas baru bagi industri game, khususnya pengembang game lokal di masa depan.
" Tugas kami di Bekraf salah satunya membangun ekosistem. Bagi kami, Skyegrid ini adalah salah satu elemen ekosistem industri game nasional yang kita butuhkan saat ini,' ujarnya pada kesempatan yang sama.
Tahun lalu, kata dia, nilai pasar video game diperkirakan mendekati 900 juta dolar, atau sekitar 13 triliun rupiah. Porsi lokal kurang dari 5 persen.
" Saya berharap, keberadaan Skyegrid bisa terus menggenjot porsi lokal, dari lima persen jadi 10 persen, 20 persen, dan seterusnya, hingga para developer lokal tuan rumah di negeri sendiri,"
Advertisement

Perempuan di Balik McDonald’s Indonesia: Dua Kisah, Satu Komitmen untuk Tumbuh dan Berdampak
Penampilan Alya Zurayya di Acara Dream Day Ramadan Fest 2023 Day 6


Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Nestlé MILO Dukung Pengembangan Program Basketball For Good di Indonesia

Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian
