Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lupakan Jerawat, Ini Masalah Kulit Yang Paling Mengganggu Orang Indonesia Saat Ini
Dream - Permasalahan kulit wajah yang dialami perempuan maupun laki-laki bisa terjadi pada siapa saja. Dengan kemajuan zaman, persoalan yang malah makin beragam dari waktu ke waktu dengan kompleksitas yang meningkat.
" Kalau 20 tahun lalu, solusi yang dicari itu untuk mengatasi jerawat, karena memang jelas mengganggu," ungkap CEO of Arya Noble, Alfons Sindupranata dalam acara pembukaan ERHA Endless Innovation Week, Rabu, 26 Oktober 2022.
Seiring berjalan waktu, papar Alfons, masyarakat semakin membutuhkan solusi untuk permasalahan kulit wajah lain, seperti antiaging dan brightening.
" Belakangan yang lebih banyak terdengar dan dibutuhkan oleh masyarakat adalah solusi untuk atasi kulit sensitif," ujarnya.
General practitioner plus ERHA, dr. Theresia Lourdestiningrum menjelaskan persoalan kulit sensitif tersebut tak melulu harus diobati dengan perawatan khusus seperti laser, facial, maupun tindakan tertentu di klinik kecantikan.
" Pasiennya harus dilihat dan dianalis dulu. Biasanya kita kasih obat topikal dan oral dulu. Lalu kita lihat perkembangannya bagaimana," kata dr. Theresia.
Selama menjalani perawatan obat tersebut, pasien dianjurkan untuk menghindari penyebab masalah kulit terjadi. Penyebab tersebut misalnya paparan sinar matahari berlebihan, kurang istirahat, aktivitas yang menyebabkan keringat berlebih, hingga polusi udara dan makanan tertentu.
Theresia menjelaskan bahwa kulit sensitif pada dasarnya adalah kelainan genetik yang diturunkan dari keluarga. Namun seseorang yang awalnya memiliki kulit normal bisa juga mengalami perubahan menjadi sensitif jika terkena paparan berlebihan tersebut.
" Bisa juga karena obat-obatan topikal itu bisa berpengaruh. Karena ada orang yang kulitnya sensitif kalau terkena bahan skincare tertentu," imbuhnya.
Selama menjalani pengobatan kulit sensitif, Theresia menegaskan bahwa obat yang dikonsumsi maupun treatment yang dilakukan tidak akan membuat pasien jadi ketergantungan.

" Kulit sensitif itu ada banyak karena perlu dilihat apakah dari kecil ada riwayat kulit sensisitf atau karena paparan polusi, makeup, gaya hidup itu juga bisa sebabkan sensitif," tuturnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya