Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
© 2025 Oh Beauty Festival 2.0
DREAM.CO.ID - Ada yang berbeda dari gelaran Oh Beauty Festival tahun ini. Tak seperti kebanyakan festival kecantikan lain yang diadakan setahun sekali, Oh Beauty Festival 2.0 justru kembali digelar hanya beberapa bulan setelah edisi pertamanya sukses besar. Langkah ini bukan tanpa alasan — inisiatif ini muncul sebagai jawaban langsung terhadap antusiasme luar biasa dari komunitas beauty lovers dan audiens Overheard Beauty yang selalu haus akan pengalaman baru di dunia kecantikan.
“Kenapa dua kali dalam setahun? Kalau bisa setiap hari full, setiap hari dalam satu tahun ya kita juga pengen,” ujar perwakilan penyelenggara dengan tawa kecil saat ditemui di sela acara. “Karena emang benar-benar apa yang kita lakukan ini adalah request dari audiensnya Overheard Beauty sendiri. Namanya cewek-cewek, hobi jajan ya, kalau bisa setiap hari pengen,” ucap Rika Linata selaku Co-Founder Overheard Beauty Universe.

Festival ini memang dikenal bukan hanya sebagai ajang pameran produk kecantikan, tapi juga tempat bertemunya komunitas, edukasi, serta hiburan yang dikemas dengan cara yang kekinian. Di edisi keduanya, Oh Beauty Festival 2.0 menghadirkan lebih banyak brand lokal dan internasional yang siap menawarkan pengalaman beauty shopping yang seru dan interaktif.
Menariknya, penyelenggara mengungkap bahwa strategi menggelar festival dua kali setahun juga sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak brand untuk bergabung. “Apakah brand-nya rolling? Ada yang rolling, ada yang enggak juga,” jelasnya. “Jadi memang ada brand-brand baru yang sebelumnya belum pernah ikut festival apapun, dan kali ini mereka bisa join di kita.”
Hal ini menunjukkan bahwa Oh Beauty Festival bukan hanya sekadar event, melainkan platform kolaborasi dan eksposur yang hidup bagi pelaku industri kecantikan. Dengan sistem yang fleksibel, setiap penyelenggaraan bisa menghadirkan kombinasi baru antara established brands dan pendatang baru, menciptakan pengalaman yang selalu segar bagi pengunjung.
Selain belanja produk unggulan, pengunjung juga dimanjakan dengan beragam aktivitas menarik seperti beauty talk, makeup workshop, hingga sesi meet & greet bersama beauty creators. Tak heran jika atmosfer festival kali ini terasa lebih dinamis, meriah, dan penuh energi positif.
“Kita senang banget karena di part 2 ini bisa kasih ruang lebih luas untuk brand-brand yang sebelumnya belum sempat gabung. Jadi semuanya kebagian kesempatan tampil dan dikenal audiens,” ungkap penyelenggara.
Dengan konsep yang terus berevolusi dan mendengar keinginan audiens, Oh Beauty Festival berhasil menegaskan posisinya sebagai salah satu festival kecantikan paling ditunggu di Indonesia. Menghadirkan ratusan produk dari berbagai kategori mulai dari skincare, makeup, hingga wellness, acara ini menjadi surga bagi para pencinta kecantikan yang ingin mencoba hal baru sekaligus merasakan euforia komunitas yang kuat.
Antusiasme peserta dan pengunjung yang terus meningkat juga menjadi bukti nyata bahwa industri kecantikan tanah air sedang tumbuh pesat, didorong oleh semangat kolaborasi dan inovasi. Oh Beauty Festival 2.0 bukan hanya wadah berbelanja, tetapi juga ruang untuk merayakan keberagaman, kreativitas, dan kepercayaan diri perempuan Indonesia.
Jika melihat respons positif yang diraih dua edisi berturut-turut, tak menutup kemungkinan festival ini akan kembali hadir dalam format yang lebih besar dan lebih sering. “Kalau bisa setiap hari, kita juga mau,” ujar Rika sambil tertawa — menandakan semangat mereka untuk terus menghadirkan pengalaman kecantikan terbaik bagi semua pencinta beauty di Tanah Air.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?