Jumat, 30 Oktober 2026 Cari

Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Reporter : Rizky Wahyu Permana
Jumat, 30 Oktober 2026 06:00
Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?
Warga Inggris didorong memiliki persediaan makanan dan air minum yang cukup untuk tiga hari, sedangkan pemerintah Jepang berencana mengeluarkan imbauan nasional agar masyarakat menyimpan perbekalan.

DREAM.CO.ID - Pemerintah Inggris dan Jepang sama-sama meminta masyarakat menyiapkan persediaan kebutuhan pokok untuk menghadapi situasi darurat. Warga Inggris didorong memiliki persediaan makanan dan air minum yang cukup untuk tiga hari, sedangkan pemerintah Jepang berencana mengeluarkan imbauan nasional agar masyarakat menyimpan makanan, air, dan perlengkapan sanitasi setidaknya untuk tiga hari, atau jika memungkinkan hingga satu minggu.

Imbauan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan gangguan layanan publik. Namun, masyarakat tidak diminta menimbun bahan makanan karena pemerintah mengetahui akan terjadi perang atau bencana besar dalam waktu dekat. Fokus kebijakan kedua negara adalah memastikan rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan dasar ketika bantuan darurat belum tiba atau layanan sehari-hari terganggu.

Di Inggris, pemerintah meluncurkan kampanye Be Ready pada 22 Oktober 2026. Sementara itu, Menteri Penanggulangan Bencana Jepang, Goshi Hosono, menyatakan bahwa pemerintah berencana menyampaikan imbauan nasional pada 2 November, bertepatan dengan rencana peluncuran Badan Penanggulangan Bencana Nasional yang baru.

1 dari 4 halaman

Mengapa Persediaan untuk Tiga Hari Dianggap Penting?

Salah satu alasan utama masyarakat diminta menyiapkan persediaan mandiri adalah kemungkinan terputusnya akses terhadap kebutuhan dasar setelah terjadi bencana. Gempa bumi, banjir, badai, atau kebakaran hutan dapat mengganggu transportasi, listrik, jaringan komunikasi, hingga pasokan air bersih.

Ketika jalan rusak atau tidak dapat dilalui, kendaraan pengangkut bahan makanan dan bantuan darurat mungkin kesulitan mencapai wilayah terdampak. Toko dan supermarket juga dapat kehabisan persediaan akibat meningkatnya permintaan dalam waktu singkat. Dalam keadaan seperti itu, masyarakat bisa menghadapi kesulitan memperoleh makanan dan air, meskipun persediaannya tersedia di wilayah lain.

Pemerintah Jepang memiliki alasan khusus untuk mendorong kesiapsiagaan tersebut. Negara itu menghadapi risiko gempa bumi besar, termasuk potensi gempa di Palung Nankai, gempa yang berpusat di bawah kawasan ibu kota, serta aktivitas vulkanik seperti letusan Gunung Fuji.

Menurut Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, pengalaman bencana sebelumnya menunjukkan bahwa gangguan terhadap pasokan makanan dan infrastruktur dapat berlangsung cukup lama. Bantuan darurat bisa terlambat tiba selama lebih dari tiga hari, sementara gangguan terhadap listrik, air, dan distribusi barang dapat membuat masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari selama sekitar satu minggu.

Karena itu, pemerintah Jepang selama ini sudah menganjurkan rumah tangga menyimpan persediaan makanan untuk sekurang-kurangnya tiga hari dan, bila memungkinkan, satu minggu. Imbauan nasional yang direncanakan pada November mendatang dimaksudkan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

2 dari 4 halaman

Inggris Juga Mengantisipasi Gangguan Layanan Publik

Di Inggris, kampanye Be Ready diluncurkan untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai keadaan darurat yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Pemerintah menyoroti pengalaman menghadapi badai pada musim dingin sebelumnya dan kebakaran hutan pada musim panas 2026 yang menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem bisa memengaruhi layanan publik.

Gangguan tidak hanya berkaitan dengan bencana alam. Pemadaman listrik, terputusnya pasokan air, gangguan telekomunikasi, dan masalah pada jaringan digital juga dapat menyulitkan masyarakat melakukan aktivitas normal.

Pemerintah Inggris menyarankan setiap rumah tangga menyiapkan persediaan makanan tahan lama dan air minum untuk tiga hari. Jumlah air yang dianjurkan untuk diminum adalah sekitar tiga liter per orang per hari, belum termasuk kebutuhan untuk memasak dan mencuci.

Selain makanan dan air, daftar perlengkapan darurat mencakup senter beserta baterai cadangan, radio portabel, pengisi daya ponsel atau power bank, perlengkapan kebersihan, obat-obatan penting, selimut, serta uang tunai. Uang tunai dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan terganggunya layanan pembayaran elektronik atau mesin ATM.

Pemerintah Inggris juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu membeli semua perlengkapan sekaligus. Persediaan dapat dikumpulkan secara bertahap ketika berbelanja kebutuhan sehari-hari. Imbauan ini merupakan bagian dari kampanye kesiapsiagaan selama tiga tahun yang bertujuan membuat masyarakat lebih siap menghadapi keadaan darurat.

3 dari 4 halaman

Jepang Mendorong Persediaan hingga Satu Minggu

Meski sama-sama menekankan persediaan untuk tiga hari, pendekatan Jepang memiliki penekanan lebih jauh. Hosono menyatakan bahwa pemerintah ingin masyarakat menyiapkan kebutuhan untuk setidaknya tiga hari dan, jika memungkinkan, hingga satu minggu tanpa bergantung langsung pada bantuan pemerintah.

Persediaan yang dimaksud bukan hanya makanan siap konsumsi. Rumah tangga juga dianjurkan menyimpan air minum, toilet portabel atau perlengkapan sanitasi darurat, serta kebutuhan khusus sesuai kondisi anggota keluarga.

Persiapan tersebut penting karena bencana berskala besar dapat berdampak pada banyak wilayah sekaligus. Jika sejumlah daerah mengalami kerusakan infrastruktur secara bersamaan, pemerintah dan petugas penyelamat harus memprioritaskan kelompok yang paling membutuhkan bantuan. Masyarakat yang memiliki persediaan mandiri dapat memenuhi kebutuhan dasar selama masa awal penanganan bencana.

Pemerintah Jepang juga menyoroti kualitas tempat pengungsian. Menurut laporan FNN, Hosono ingin mendorong perbaikan fasilitas dasar, termasuk toilet, makanan hangat, tempat tidur, dan fasilitas mandi. Artinya, kesiapsiagaan rumah tangga merupakan salah satu bagian dari kebijakan yang lebih luas untuk memperbaiki respons terhadap bencana, bukan pengganti tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pertolongan.

4 dari 4 halaman

Apakah Imbauan Ini Menandakan Ancaman Perang?

Kemunculan imbauan serupa di dua negara dalam waktu berdekatan memunculkan pertanyaan tentang kemungkinan adanya ancaman keamanan yang lebih besar. Namun, berdasarkan penjelasan pemerintah yang tersedia, imbauan tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa perang atau bencana besar akan segera terjadi.

Di Inggris, pemerintah secara terbuka mengaitkan kampanye Be Ready dengan kesiapan menghadapi gangguan layanan publik, termasuk cuaca ekstrem dan pemadaman listrik. Sementara itu, Jepang menekankan risiko bencana alam dan pentingnya kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar pada tahap awal penanganan darurat.

Kesiapsiagaan memang dapat membantu menghadapi berbagai jenis krisis, termasuk gangguan teknologi maupun keadaan darurat lain yang menghambat distribusi barang. Akan tetapi, anjuran menyimpan makanan selama tiga hari pada dasarnya merupakan langkah pencegahan, bukan peringatan bahwa satu ancaman tertentu sudah dipastikan akan terjadi.

Bagi masyarakat, langkah yang dianjurkan juga tidak berarti harus membeli makanan dalam jumlah besar hingga mengganggu pasokan bagi orang lain. Persediaan dapat berasal dari makanan sehari-hari yang memiliki masa simpan panjang, seperti beras, makanan kaleng, bahan pangan kering, dan makanan siap santap. Jumlahnya disesuaikan dengan banyaknya anggota keluarga, kebutuhan kesehatan, serta kondisi tempat tinggal.

Beri Komentar