Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Caranya Membedakan Busi Motor Yang Asli Dengan Yang Palsu? (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Saat ini, semakin banyak orang memiliki kendaraan bermotor, khususnya roda dua. Semakin banyaknya sepeda motor membuat orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan untuk menjual busi palsu.
Tentu saja tujuannya adalah mendapatkan keuntungan yang lebih karena harga busi asli memang cukup tinggi.
Dikutip dari Federal Oil, Kamis 5 November 2020, perbedaan mendasar busi asli dan palsu bisa kita lihat pada kode di busi.
Kode tersebut menunjukkan kode produksi yang artinya cuma diketahui oleh produsen pembuat, nah pada busi palsu, cetakan kode umumnya tampak tidak rapi.
Ulir atau biasa juga disebut drat pada busi asli lebih rapi dan halus. Kamu bisa memperhatikannya ketika memilih busi dan minta penjual untuk memperlihatkan merk busi lain supaya bisa lebih mudah untuk membandingkan.
Pada busi ada keramik sebagai isolator. Busi palsu memiliki keramik yang terlalu cerah, padahal yang asli warnya tak terlalu cerah.
Plating metal shell pada busi asli memakai bahan baja yang kuat dan tidak mudah berkarat. Busi palsu umumnya mudah berkarat, bahkan saat dibuka dari kardus, ada titik-titik karat yang terdapat pada plating metal shell.
Bagian elektroda busi asli yang berfungsi untuk memercikkan bunga api tampak lebih rapi. Untuk yang palsu, penempatan part biasanya kurang presisi dan setiap busi kadang-kadang tidak sama, baik itu gap atau sambungannya.
Gasket (ring) pada busi asli tampak lebih halus dan tidak mudah dilepas walau diputar mengikuti alur. Meski nanti akhirnya bisa dilepas akan sangat sulit. Di busi palsu, bentuk gasket umumnya tidak rapi bekas potongannya dan mudah dilepas.
Dream - Jangan menunda membawa sepeda motor kamu ke bengkel saat merasa ada masalah. Tindakan cepat memeriksa kerusakan pada kendaraan roda dua kamu bisa menyelematkannya dari kerusakan yng lebih parah.
Meski jarang terjadi, terlebih jika masih baru, busi juga bisa mengalami kerusakan. Umumnya kamu baru akan memeriksa busi ketika motor mendadak mogok di tengah jalan.
Kebiasaan itu hendaknya dihentikan jika kamu tak mau keluar uang banyak dari dompet.
Mengutip laman Federal Oil, Rabu 26 Februari 2020, kamu bisa mengecek kondisi pembakaran jika motor menggunakan banyak sensor untuk mengoptimalkan kerjanya. Salah satu yang bisa dilakukan adalah mengecek kondisi busi.
![]()
Tugas utama busi di mesin bakar adalah menyulut ledakan yang sudah dikompresi. Dari tampilannya, pemilik kendaraan bisa mengetahui kondisi mesin motor.
Kalau kepala busi berwarna hitam, bisa dipastikan pembakaran atau bensin yang terlalu banyak. Kalau basah, itu berarti telah terjadi kebocoran di ring piston. Dengan begitu, oli masuk ke ruang bakar.
Kalau kepala busi putih kekuningan, menunjukkan pembakaran yang terlalu kurus, atau bensin yang terlalu sedikit. Jika disertai sering mengalami overheat, sistem bahan bakar perlu disetel ulang.
Busi sendiri ada masa pakainya, ada baiknya melakukan penggantian secara berkala dua bulan sekali agar kondisi busi selalu dalam kondisi terbaiknya. Jika busi sudah mulai lemah, dipastikan pembakaran pun tidak akan homogen.
(Sah, Sumber: Federaloil)
Dream – Busi merupakan komponen penting untuk siklus pembakaran mesin berbahan bakar bensin. Agar bisa berjalan idel diperlukan komposisi bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar dengan timing serta percikan listrik busi yang tepat.
Dikutip dari Otosia, Jumat 4 Oktober 2019, Marketing and Brand Management PT NGK Busi Indonesia, A. M. Wicaksana, mengatakan penggunaan tipe busi yang tidak tepat akan menurunkan kinerja mesin.
Masalah itu bisa diatasi para pemilik kendaraan bermotor dengan menggunakan busi sesuai dengan kode pabrikan saat hendak menggantinya. Penggunaan busi yang salah akan membuat mesin terganggu.
Kesalahan pasang kode busi dapat mengakibatkan masalah seperti carbon fouling, overheat, piston mentok, elektroda meleleh, ECU bermasalah, dan knocking.
Nah daripada salah memilih, perusahaan busi ini berbagi kode busi yang sesuai dengan tipe motor Yamaha dan Honda.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya