Studi: Merasa Terganggu, Fitur Keselamatan Mobil Banyak Tak Dipakai

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 2 September 2019 08:36
Studi: Merasa Terganggu, Fitur Keselamatan Mobil Banyak Tak Dipakai
Temuan ini bisa membahayakan produsen mobil. Mengapa?

Dream – Produsen mobil sengaja membenamkan fitur keselamatan di produk kendaraannya untuk menjadi keselamatan pengemudi dan penumpangnya. Nyatanya, teknologi baru ini mahal jarang digunakan pemilik roda empat. 

Para pengemudi mobil sengaja mematikan fitur keselamatan kendaraannya karena mereka merasa tak nyaman dengan teknologi tersebut. Temuan itu terunagkap dari hasil penelitian JD Power.

Dikutip dari Zing.vn, Senin 2 September 2019, JD Power mengatakan menonaktifkan fitur keamanan menjadi masalah yang serius bagi industri mobil. Masalahnya, keselamatan ini diciptakan untuk melindungi orang-orang yang ada di dalam mobil.

Laporan JD Power menyebut pabrikan mobil telah berinvestasi dalam sistem semi otonom dan bantuan mengemudi yang bisa meningkatkan keselamatan. Tapi, fitur ini ternyata tidak selalu efektif.

“ Mereka telah mencurahkan banyak uang untuk pengembangan teknologi tinggi, tetapi peringatan konstan pada sistem dapat membingungkan dan mengecilkan peran sopir,” kata Director of The Human Machine Communication Research Departement JD Power, Kristin Kolodge.

1 dari 3 halaman

Tak Ada yang Mau Diarahkan Teknologi

Kolodge mengatakan tak ada pengendara yang mau terus-menerus dibimbing oleh fitur keselamatan dalam kendaraannya/

Dia menyebut salah satu fitur yang menyebalkan adalah menjaga kendaraan tetap berada di jalur.

Berdasarkan laporan JD Power, ada 23 persen mengeluh peringatan ini menjengkelkan dan 61 persen mematikan fitur ini.

Hanya 21 persen dari responden mengaku tak merasa terganggu dengan peringatan yang dikeluarkan fitur tersebut.

2 dari 3 halaman

Persulit Pengendara?

Laporan ini mengatakan banyak pengemudi berpendapat sistem ini bisa mempersulit pengendara untuk menerima kendaraan otonom pada masa depan.

Tingkat kepuasan teknologi baru juga bervariasi. Misalnya, teknologi di Kia Stinger 2019 memuaskan para pengemudi. Mobil ini mendapatkan poin 834 dari 1.000.

Nilai yang terendah sebesar 709 poin dengan rata-rata 781 poin dari 250 kendaraan yang disurvei.

Model seperti Hyundai Kona, Toyota CH-R, Kia Forte, Chevrolet Blazer, Ford Expedition dan Porsche Cayenne dinilai " nyaman" oleh pengemudi.

3 dari 3 halaman

Survei 16.400 Pemilik Mobil

Laporan ini meneliti dan mengevaluasi lebih dari 16.400 pemilik mobil. Kriterianya adalah pengalaman, penggunaan, dan interaksi terhadap 38 sistem teknologi yang berbeda dalam 90 hari penggunaan.

Penelitian ini berfokus pada sistem hiburan, antitabrakan, kenyamanan pengemudi, bantuan, konektivitas, serta navigasi.

Sistem anti-tabrakan diberi skor 813 poin, tertinggi dari 6 kategori yang dinilai. Konektivitas smartphone menempati urutan kedua dengan 789 poin, kenyamanan berkendara di urutan ketiga dengan 787 poin, diikuti oleh hiburan dan konektivitas 782 poin, bantuan pengemudi 768 poin, dan navigasi 744 poin.

Beri Komentar