Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Waduh, Pengemudi Sering Mematikan Fitur Keselamatan Di Mobil? (foto: Shutterstock)
Dream – Produsen mobil sengaja membenamkan fitur keselamatan di produk kendaraannya untuk menjadi keselamatan pengemudi dan penumpangnya. Nyatanya, teknologi baru ini mahal jarang digunakan pemilik roda empat.
Para pengemudi mobil sengaja mematikan fitur keselamatan kendaraannya karena mereka merasa tak nyaman dengan teknologi tersebut. Temuan itu terunagkap dari hasil penelitian JD Power.
Dikutip dari Zing.vn, Senin 2 September 2019, JD Power mengatakan menonaktifkan fitur keamanan menjadi masalah yang serius bagi industri mobil. Masalahnya, keselamatan ini diciptakan untuk melindungi orang-orang yang ada di dalam mobil.
Laporan JD Power menyebut pabrikan mobil telah berinvestasi dalam sistem semi otonom dan bantuan mengemudi yang bisa meningkatkan keselamatan. Tapi, fitur ini ternyata tidak selalu efektif.
“ Mereka telah mencurahkan banyak uang untuk pengembangan teknologi tinggi, tetapi peringatan konstan pada sistem dapat membingungkan dan mengecilkan peran sopir,” kata Director of The Human Machine Communication Research Departement JD Power, Kristin Kolodge.
Kolodge mengatakan tak ada pengendara yang mau terus-menerus dibimbing oleh fitur keselamatan dalam kendaraannya/
Dia menyebut salah satu fitur yang menyebalkan adalah menjaga kendaraan tetap berada di jalur.
Berdasarkan laporan JD Power, ada 23 persen mengeluh peringatan ini menjengkelkan dan 61 persen mematikan fitur ini.
Hanya 21 persen dari responden mengaku tak merasa terganggu dengan peringatan yang dikeluarkan fitur tersebut.
Laporan ini mengatakan banyak pengemudi berpendapat sistem ini bisa mempersulit pengendara untuk menerima kendaraan otonom pada masa depan.
Tingkat kepuasan teknologi baru juga bervariasi. Misalnya, teknologi di Kia Stinger 2019 memuaskan para pengemudi. Mobil ini mendapatkan poin 834 dari 1.000.
Nilai yang terendah sebesar 709 poin dengan rata-rata 781 poin dari 250 kendaraan yang disurvei.
Model seperti Hyundai Kona, Toyota CH-R, Kia Forte, Chevrolet Blazer, Ford Expedition dan Porsche Cayenne dinilai " nyaman" oleh pengemudi.
Laporan ini meneliti dan mengevaluasi lebih dari 16.400 pemilik mobil. Kriterianya adalah pengalaman, penggunaan, dan interaksi terhadap 38 sistem teknologi yang berbeda dalam 90 hari penggunaan.
Penelitian ini berfokus pada sistem hiburan, antitabrakan, kenyamanan pengemudi, bantuan, konektivitas, serta navigasi.
Sistem anti-tabrakan diberi skor 813 poin, tertinggi dari 6 kategori yang dinilai. Konektivitas smartphone menempati urutan kedua dengan 789 poin, kenyamanan berkendara di urutan ketiga dengan 787 poin, diikuti oleh hiburan dan konektivitas 782 poin, bantuan pengemudi 768 poin, dan navigasi 744 poin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya