7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
© 2021 Shutterstock
Kebiasaan mencari barang incaran seperti scroll lalu checkout menjadi rutinitas yang menyenangkan saat menjelajahi marketplace andalan. Seiring dengan banyaknya kehidupan masyarakat, peran marketplace kini menjadi semakin sentral bagi seluruh lapisan masyarakat. Industri e-commerce yang semakin berkembang tiap tahunnya pun menjadikannya sebagai pilihan utama masyarakat dalam memenuhi beragam kebutuhan.
Terlebih situasi pandemi yang belum kondusif juga semakin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi serta memaksimalkan platform digital dalam memenuhi kebutuhan. Maka nggak heran jika marketplace pun kini menjadi primadona di tengah-tengah masyarakat. Namun, dari semua marketplace yang tersedia di Indonesia, yang mana pilihan utama masyarakat?

Salah satu aplikasi online survei di Indonesia, yaitu Jakpat, mengadakan riset terkait marketplace yang paling memuaskan pelanggan. Hasilnya, Tokopedia menempati urutan puncak sebagai marketplace paling memuaskan masyarakat Indonesia.
Dalam survei yang melibatkan 1.106 responden ini, ada 5 kriteria yang menjadi penilaian tingkat kepuasan konsumen dalam bertransaksi di marketplace yaitu promo, apps experience, trusted, assortment, dan delivery. Dalam penilaian tersebut, Tokopedia menduduki peringkat teratas dengan skor 4,53 dari 7 poin skala likert. Peringkat kedua dan seterusnya, ditempati Shopee (dengan nilai 4,47), Blibli (4,21), Lazada (4,20), JD.ID (4,16) dan Bukalapak (4.15). Sementara itu, Tokopedia juga menempati posisi teratas sebagai marketplace yang menawarkan berbagai macam produk berkualitas.

Seiring dengan difavoritkannya Tokopedia menjadi marketplace paling memuaskan, bisnis e-commerce di Indonesia diperkirakan masih akan tumbuh pesat di Tanah Air. Bank Indonesia memproyeksi nilai transaksi e-commerce pada 2022 mendatang bisa mencapai Rp 530 triliun. Angka ini meningkat tajam dibanding proyeksi tahun 2021 yang diperkirakan menyentuh angka Rp 403 triliun.
Executive Director Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Arshi Adini mengatakan jika pihaknya optimis nilai transaksi e-commerce sebesar Rp 530 triliun bisa dicapai pada tahun 2022 mendatang. Hal ini juga turut didorong oleh masyarakat yang semakin ketagihan dalam berbelanja secara online untuk memenuhi beragam kebutuhan, termasuk memanfaatkan fitur pembayaran digital.
Saat ini, ketergantungan masyarakat terhadap platform digital bukan lagi di tahap edukasi. Lebih jauh lagi, masyarakat sudah bisa merasakan keuntungan, kenyamanan, dan efisiensi yang ditawarkan dari industri digital termasuk e-commerce.
Jadi Sahabat Dream, apakah kamu setuju dengan hasil survei ini? Bisa share di kolom komentar yah!?
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?