7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Shutterstock
Dream - Menjadi orangtua memang bukan hal yang mudah. Ibu dan ayah harus punya waktu antara pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, dan quality time bersama anak.
Meskipun secara fisik berada di rumah, terkadang ayah dan ibu belum tentu fokus hadir secara penuh untuk buah hati. Padahal, melakukan bonding time dengan anak adalah hal yang wajib dilakukan setiap hari.
Bonding time akan meningkatkan hubungan berkualitas dengan anak sekaligus me time. Ada banyak cara untuk melakukan bonding time dengan si kecil, mulai dari hal kecil seperti rutinitas storytelling.

“ Kalau ibu menyusui bondingnya luar biasa dengan bayi, sama dengan story telling karena orangtua bacain cerita fokus, gak bisa (disambi) main handphone atau sambil nonton tv, jadi 100 persen dan ini akan diingat anak panjang dan kuat,” jelas Read Aloud Professional dan Founder dari Hello Library, Brenda Ayu Pangemanan, pada acara Inspirasi Literasi McD, Selasa 19 Desember 2022.

Storytelling dikenal dapat meningkatkan kemampuan bahasa pada anak. Terbiasa mendengarkan orangtua bercerita, keterampilan komunikasi dan tulisan anak akan berkembang lebih pesat.
“ Storytelling punya benefit yang banyak sekali, dan dengan buku kreativitas anak menjadi lebih menyala,” tambah Brenda.
Tak hanya meningkatkan kemampuan bahasa pada anak, storytelling juga sangat bermanfaat untuk psikologis anak. Hal ini berhubungan dengan kedekatan yang terbangun antara orangtua dan anak saat kegiatan storytelling.

“ Efeknya gak cuma ke literasi, tapi juga ke psikologis ketika mereka dewasa kalau punya bonding kuat ke orang tua jadi kalau ada apa apa langsung cerita ke orangtua, apalagi sekarang musimnya mental health issue, ini akan bisa diminimalisir saat anak punya bonding yang kuat dengan orangtua,” tambah Brenda.

Bayi saat usia 6 bulan sudah mulai memahami objek dan gambar pada buku. Waktu ini bisa menjadi awal yang tepat untuk mulai storytelling pada anak.
Ketika memasuki usia anak-anak, terkadang fokus anak cepat berubah-ubah, namun sebenarnya hal ini wajar dan berikut trik mengatasinya.
“ Anak-anak bisa 10 menit perhatiannya, paling lama 20 menit setelah itu tidak fokus, buku yang sederhana dengan gambar bisa menguatkan fokus anak, untuk buku anak ini sebagai orangtua harus memfilter apa yang dimengerti anak dan kata yang boleh,” tambah Brenda.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?