Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aksi Sukarelawan Riska Dan Wardah Menanam Mangrove (Dream.co.id/Ilman)
Dream - Pantai Indonesia merupakan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, tentu hal tersebut menjadikan Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Namun, tak semua pantai di Indonesia menyajikan keindahan. Tangan-tangan jahil membuat banyak pantai terlihat kotor dan tak terawat.
Tergerak dengan kondisi tersebut, Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) bekerja sama dengan Wardah menggagas kegiatan Ecosynergy, yang bertujuan untuk merawat lingkungan, khususnya pantai.
Public Relation Wardah Cosmetic, Wahidah Octavia mengatakan, acara Ecosynergy 2016 ini bertujuan, untuk mensinergikan antara manusia dengan lingkungan disekitarnya. Sebab manusia tidak akan bisa hidup tanpa ada hubungan baik dengan lingkungan.
" Acara ini tujuannya itu untuk mensinergikan kehidupan antara manusia dan lingkungan," kata Wahidah kepada Dream di Pulau Harapan, Kepulaua Seribu, Jakarta, Sabtu, 20 Agustus 2016.
Wahidah berucap, destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh traveler itu gunung dan pantai. Namun ketika banyak wisatawan yang datang ke pantai, justru yang sering mereka temukan adalah munculnya tumpukan sampah.
" Kenapa pantai, karena rata-rata orang traveling gunung pantai, padahal kan kalau banyak orang yang datang ke pantai jadi kotor," ujar dia.
Untuk menjaga lingkungan pantai, Ecosynergi ini juga mengadakan penanaman 1437 bibit pohon mangrove ditanam dalam aksi Ecosynergy 2016.
Setelah acara bersih-bersih pantai, dan menanam bibit pohon mangrove. Kemudian dilanjut dengan acara kelas motivasi, yang bertujuan menumbuhkan rasa kepercayaan diri anak-anak usia Sekolah Dasar (SD), meskipun mereka hidup dilingkungan nelayan, mereka masih bisa mempunyai harapan apabila mereka mempunyai cita-cita lain.
" Lagi pengen membangun motivasi ke mereka, dan kasih kelas motivasi," ucap dia.
Wahidah menceritakan, kerja sama ini terjalin karena adanya kesamaan visi misi antara Wardah dan RISKA.
" Acara ini sudah direncanakan setahun lalu, jadi ini kan sesuai dengan campaign Wardah, yaitu earth, love and live," kata Wahidah.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya