Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pilot Pesawat (Foto: Freepik.com)
Dream – Banyak orang mungkin merasa ketakutan ketika pesawat lepas landas karena mengalami turbulensi. Tetapi awak kabin telah dibekali keterampilan untuk mengatasi penumpang yang takut karena turbulensi.
Hal yang maklum jika sebagian orang merasa takut saat turbulensi. Penumpang mungkin mulai merasa mual dan tidak nyaman saat terjadi sedikit turbulensi.
Pesawat sudah dilengkai dengan para awak kabin yang akan membantu penumpang yang takut karena turbulensi.
Oleh karenanya kita tidak perlu khawatir ketika berada dalam pesawat saat karena pilot akan melakukan sesuatu untuk mengatasi hal tersebut.

Meskipun banyak orang yang merasa biasa-biasa saja saat turbulensi, namun pilot telah mengungkapkan betapa menakutkannya gelembung udara ketika terjadi turbulensi.
Penyebab paling umum adalah udara yang bergelombang di atmosfer cukup membuat beberapa orang merasa khawatir dan ketakutan.
Seorang pilot bernama Patrick Smith menjelaskan masalah di balik adanya fenomena turbulensi. Ia mengatakan meskipun kondisi cuaca mungkin mengganggu dan terasa tidak nyaman, pesawat tidak akan jatuh. Pilot tersebut menjelaskan bahwa turbulensi bukanlah hal yang perlu ditakuti.
“ Turbulensi adalah gangguan yang menakutkan bagi semua orang termasuk para awak kabin, tapi ketakutan itu disebabkan karena kurangnya istilah yang lebih baik alias normal. Dari pendapat pilot, turbulensi biasa terjadi sebagai masalah kenyamanan, bukan menyangkut masalah keselamatan,” jelas pilot Patrick Smith.

Patrick menjelaskan bahwa pesawat memang dirancang mengalami turbulensi saat menghadapi suatu kondisi tertentu.
“ Pesawat bisa menahan tekanan yang sangat besar, dan tingkat turbulensi yang diperlukan untuk mengeluarkan mesin atau menyebabkan kerusakan structural adalah sesuatu yang bahkan tidak akan dialami oleh penumpang yang paling sering naik pesawat, atau pilot sendiri,” tambahnya.
Dalam kondisi terbaik, pilot seringkali bisa memprediksi di mana turbulensi harus dihindari. Namun terkadang pilot tidak dapat menghindari turbulensi sehingga penumpang dapat merasakan gaya angkat yang tiba-tiba.
Bagaimanapun, turbulensi merupakan sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan oleh para penumpang pesawat terbang.
Penumpang harus melihatnya sebagai suatu hal yang positif karena pesawat memang dirancang sedemikian rupa. Turbulensi itu menunjukkan bahwa pesawat berfungsi dengan baik.

Patrick mengklaim bahwa pilot biasanya tidak memikirkan turbulensi dan hanya melihatnya sebagai pesawat yang mengalami tambahan bergelombang.
“ Dalam benak penumpang, pesawat seperti jatuh sejauh ratusan ribu meter, padahal nyatanya hanya sejauh 3 hingga 6 meter saja,” jelas Patrick.
Turbulensi juga menjadi penanda bahwa sabuk pengaman telah dipakai untuk memastikan penumpang duduk dengan aman di kursi mereka masing-masing.
Biasanya awak kabin akan meyakinkan para penumpang yang ketakutan bahwa mereka aman. Pramugari mungkin menggunakan istilah kode khusus untuk saling mengingatkan bahwa pesawat akan terjadi gangguan turbulensi.
Sumber: Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya