6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Memilih daging untuk steak ternyata tak bisa sembarangan. Berbagai komposisi antara daging dengan lemak pun harus sesuai agar mendapatkan hasil bakaran yang sempurna baik rasa maupun hasil sajiannya.
Anda yang membayangkan bisa menikmati hidangan steak dari daging sapi lokal sebaiknya memupuskan harapan itu. Ternyata daging sapi Indonesia tak bisa dibuat steak.
Seperti dituturkan Chef Chandra Yudasswara bahwa dalam memilih daging untuk steak harus dipilih komposisi daging merah sebanyak 60 persen dan marbling sebanyak 40 persen saja.
" Harus daging-fat-daging, karena fat kalau pas masuk mulut bikin melting. Fat kalau kena panas meleleh dan dimulut terasa gurih. Jadi kelihatan merah-putih-merah-putih pas masih mentah," jelasnya saat dijumpai di kawasan Jakarta Barat, Rabu, 18 Mei 2016.
Chef berambut panjang ini menegaskan bahwa salah satu daging steak yang sangat enak yaitu jenis wagyu. Sehingga ia berani menjamin hingga 98 persen, restoran-restoran yang menawarkan steak wagyu di bawah harga Rp.50.000 pasti bukan wagyu asli.
" Wagyu harganya Rp. 180.000 dengan ukuran 200 gram. Kalau harganya Rp.50.000 saya gransi pasti palsu karena satu kilo harganya Rp. 340.000," katanya menambahkan.
Selain itu, Chef Chandra juga menegaskan bahwa daging sapi lokal tidak bisa diolah menjadi hidangan steak. Pasalnya, bibit sapi lokal merupakan jenis sapi pekerja yang banyak membentuk urat dan otot. Berbeda dengan sapi Jepang, Australi atau Amerka yang memang menernak sapi dari jenis bukan pekerja.
" Daging sapi lokal nggak bisa dipakai steak, karena memang jenisnya bukan sapi yang nggak pernah kerja. Kalau sapi kita banyak otot," kata dia.
Selain itu, ia menyarankan memilih daging yang masih segar, serta warna daging yang masih kemerah-merahan sempurna. Kemudian dimasak dengan kematangan wagyu yang paling bagus yaitu di tingkat medium
" Jangan welldone dan medium well ya," tegasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
