Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Foto: Shutterstock)
Dream - Mayoritas kulit perempuan Korea yang mulus dan putih memberi dampak besar pada standar kecantikan di Asia. Begitu pula dengan sebagian perempuan Indonesia yang terkena imbas dari hallyu, atau dikenal juga dengan sebutan Korean Wave.
Merebaknya budaya Korea Selatan ke penjuru dunia ini telah ada sejak tahun 1990-an. Hingga kini, kebiasaan warga Negeri Ginseng dalam merawat wajah kian digandrungi perempuan Indonesia.

Jihan Rizkia, Asisten PR & Marketing Innisfree Indonesia menjelaskan keunggulan produk kecantikan Korea Selatan memang mendapat sambutan positif di Indonesia. Menurutnya, produk-produknya senantiasa terbuat dari bahan-bahan alami yang aman untuk wajah.
" Saya tidak bisa menjawab untuk keseluruhan kosmetik Korea Selatan, tapi untuk produk kami sendiri pasti karena bahan-bahannya alami, kedua harga sangat terjangkau dan ketiga karena efektif," ujarnya beberapa waktu lalu, di Jakarta Barat.

Menurutnya, ketiga paket lengkap itulah yang menjadi daya tarik sendiri dan akan membuat pemakainya ketagihan. Selain itu, produsen kecantikan korea biasanya mengeluarkan serangkaian produk lengkap dari skin care, makeup, hair care hingga alat-alat kecantikan.
" Paling laris tetep skin care. Dari penjualan total, 60 persennya dikuasai oleh skin care. Karena produk Asia, jadi skin care-nya lebih cocok dengan kulit Asia," imbuhnya.
Namun sayangnya, produk-produk dari Korea Selatan belum bisa dipastikan kehalalannya. Mereka juga belum mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

" Belum dapet sertifikat halal dari MUI. Salah satu step yang harus dilakukan, mendapatkan sertifikasi halal untuk setiap bahannya dari Korea itu sendiri. Sedangkan sertifikasi halal dari Korea belum diakui oleh MUI, jadi agak kesulitan," jelas Jihan.
Meski begitu, ia menjamin jika produk-produknya terbuat dari bahan alami tanpa ada campuran bahan kimia berbahaya.
" Produk kami terbuat dari bahan-bahan alami yang berasal dari Pulau Jeju. Jadi tidak ada yang terbuat dari hewani. Selain itu kita ikut menanam sendiri ingredient yang kita perlukan, sehingga tidak merusak alam Jeju," tegasnya.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya