Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Ilmuwan Berhasil Menciptakan Sebuah Kalkulator Umur Bernama Mylongevity. (Foto: Shutterstock)
Dream – Waktu kematian merupakan misteri takdir yang tidak diketahui seorang pun di dunia ini. Kita mungkin mengira tes prediksi kematian hanya terdapat di film saja.
Namun belakangan sebuah penelitian yang dilakukan University of East Anglia berhasil memecahkan pertanyaan misterius itu.
Para ilmuwan berhasil menciptakan sebuah kalkulator umur bernama Mylongevity, dimana tes ini akan menunjukkan kapan kematian seseorang akan datang.
Secara ilmiah, hasil tes akan disesuaikan dengan berbagai faktor, seperti faktor kesehatan dan gaya hidup terhadap harapan hidup seseorang.
“ Orang-orang merasa penasaran dengan tingkat harapan hidup mereka,” ujar Profesor Elena Kulinskaya, sang pengembang aplikasi tes.
Meski bisa memprediksi harapan hidup seseorang, tes yang dibuat oleh University of East Anglia bukanlah sebuah ramalan. Mereka melakukan prediksi akurat dengan perhitungan ilmiah.
“ Dengan mengetahui tingkat harapan hidup, seseorang bisa mempertimbangkan banyak hal untuk rencana jangka Panjang mereka. Ini juga sangat penting jika kita ingin merencanakan tujuan keuangan dan strategi pensiun nantinya,”jelas Elena.
Selain itu, prediksi ini akan membantu meningkatkan harapan hidup dengan mengubah gaya hidup yang lebih sehat.

Untuk melakukan tes, kita hanya perlu memasukkan data-data umum, seperti: nama, usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan apakah merokok atau tidak.
Nantinya, tes ini akan menyimpulkan berapa lama kemungkinan seseorang akan hidup berdasarkan data dari Kantor Statistik Nasional.
“ Perangkat lunak yang kami kembangkan pada penelitian ini didasarkan pada catatan kesehatan online. Baru-baru ini kami menganalisa tingkat harapan hidup 110.000 orang yang memiliki catatan kesehatan yang baik. Rata-rata mereka adalah orang yang mencapai usia 60 antara tahun 1990-2000,”jelas Elena.
Hasil tes yang nantinya muncul juga akan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan seseorang. Misalnya, riwayat penyakit hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia, risiko serangan jantung dalam 10 tahun, status merokok, dan lainnya.
Karena tes ini dikembangkan sebelum pandemi covid-19 menyebar di seluruh dunia, peneliti juga khawatir tes ini akan merubah tingkat harapan hidup sebagian orang.
" Kami masih berusaha mengembangkan tes ini untuk disesuaikan dengan kondisi pandemi,” tambahnya.
Para peneliti berharap bahwa tes ini akan membantu dokter mengarahkan pasien untuk melakukan perubahan gaya hidup demi meningkatkan harapan hidup mereka.
Tertarik mencoba? Berikut linknya https://mylongevity.org/calculator
Sumber Mirror
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya