6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Foto: Shutterstock
Dream - Membersihkan lemari pakaian memang tampak melelahkan. Namun bila dilakukan dengan niat ingin melakukan perubahan, maka akan sangat menyenangkan.
Membereskan lemari pakaian tidak hanya asal terlihat rapi dan tertata. Karena kita terkadang dihadapkan pada masalah yang cukup rumit.
Kita mungkin merasa bimbang dengan beberapa koleksi pakaian yang sudah tidak muat. Kadangkala kita juga bingung dengan pakaian yang sudah mulai terlihat usang.
Sebagian dari kita mungkin takut untuk membuang koleksi pakaian lama. Karena siapa tahu koleksi tersebut akan jadi tren lagi di masa mendatang.
Namun, Sahabat Dream tidak perlu merasa bimbang dan bingung dengan koleksi pakaian saat sedang merapikan lemari.
Dikutip dari Huffpost Life, Direktur Rent The Runway, Blaire Rabenhorst, membagikan tips bagaimana merapikan lemari pakaian tanpa perlu merasa bimbang dan bingung.
Rabenhorst akan mengajarkan koleksi pakaian apa saja yang harus dibuang atau dipertahankan di dalam lemari pakaian.

Koleksi pakaian yang perlu dipertahankan adalah yang bersifat tidak mengenal musim dan tren. " Pakaian yang bisa dipadupadankan dengan item-item yang tren di setiap musim," kata Rabenhorst.
Beberapa koleksi yang tetap harus ada di sepanjang musim di antaranya denim, atasan berkerah dengan kancing atas, sweater, T-shirt, legging dan tank top.
Item lainnya adalah turtleneck tipis dan T-shirt lengan panjang yang bisa dipakai di balik gaun atau tank top. Jaket kulit dan mantel juga harus tetap ada di lemari pakaian kamu.
Untuk sepatu, kamu bisa mempertahankan koleksi sepatu pump berwarna hitam kamu. Sementara sepatu peep-toe dengan tinggi 2 inci boleh kamu amankan di gudang.

" Kamu perlu mengamankan koleksi yang sudah tidak kamu pakai dalam waktu lama dan memenuhi ruangan atau gudang," kata Rabenhorst.
Dia biasanya akan menyingkirkan koleksi yang hanya dipakai tiga kali dalam lima tahun terakhir. " Malah jika saya tidak pernah memakainya dalam satu tahun, saya akan menyingkirkannya," tambahnya.
Selain itu, Rabenhorst juga menyingkirkan koleksi yang dianggapnya dobel, kecuali jeans.
Hindari mempertahankan koleksi gaun yang hanya dipakai dalam acara-acara tertentu yang rentang waktunya lama, seperti gaun pesta pernikahan, pakaian wisuda dan sejenisnya.
Terakhir, singkirkan koleksi pakaian yang membuat kamu tidak nyaman memakainya selama ini.

Setelah memutuskan mana yang harus dipertahankan, kamu perlu memikirkan koleksi yang kamu singkirkan. Mau diapakan atau dikemanakan tumpukan koleksi yang sudah tidak terpakai itu?
Tidak usah bingung. Kamu bisa menyumbangkan koleksi pakaian yang kamu anggap tidak muat, tidak ngetren dan tidak mungkin jadi hit lagi di masa datang.
Namun, terkadang kamu berpikir koleksi tersebut tidak pantas untuk disumbangkan. Nah, kamu bisa memanfaatkannya sebagai kain perca untuk memacu kreativitas dengan membuat aneka kerajinan berbahan kain.
Siapa tahu, kerajinan tangan berbahan kain dari koleksi pakaianmu itu bisa dijual dan mendatangkan uang. Lumayan bukan?
Kamu juga bisa menjual koleksi pakaian dan aksesori yang kamu miliki di toko khusus barang second. Ini juga peluang yang cukup menggiurkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya