5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(shutterstock.com)
Dream - Busana motif mulai banyak dihindari. Banyak fashionita yang menganggapnya kuno di era fashion minimalis. Padahal, anggapan tersebut tak sepenuhnya tepat.
Dengan sedikit sentuhan apik, busana motif dapat membuat si pemakainya terlihat cantik tanpa dianggap kuno.
Tengok saja busana cheongsam. Baju tradisional rakyat Tionghoa itu sangat populer menjelang Imlek. Motif etnik pada busana memberi kesan elegan.
Menurut Ruth Setiaty, Senior Marketing Manager Minimal, busana Imlek kali ini sudah lebih modern. Jika motif sebelumnya kental dengan nuansa folklore, kali ini motif jadi lebih minimalis. Contohnya aksen bordir yang berubah menjadi cap sederhana.
Sahabat Dream yang ingin berbusana motif tidak perlu takut. Ruth punya tipsnya.

(Ruth Setiaty, Senior Marketing Manager Minimal/Foto: Annisa Mutiara Asharini)
" Karena sudah ramai bisa final touch up dengan aksesoris seperti anting. Kalau mau lebih elegan, pakai sepatu hitam juga sudah oke," tuturnya di acara Trunk Show Minimal, Jakarta, Rabu kemarin.
© Dream
Wanita bergaya boyish juga cocok memakai motif, lho. Corak bisa diterapkan di busana kasual seperti sweatshirt dan celana. Pakailah sepatu sneakers agar lebih santai.

Warna merah dan maroon akan memberi kesan elegan. Ketika berbelanja, pilih busana yang bersifat timeless agar dapat dipakai berulang-ulang.
" Celana bisa pakai yang lama. Pilih ready to wear yang bisa dipakai ulang, kalau terlalu ribet kan susah," tutur Ruth.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?