Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Malaysia (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Malaysia menerapkan larangan sementara impor daging babi. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah dampak dari merebaknya kasus flu babi Afrika (ASF).
Tidak hanya impor, para traveler juga dilarang membawa daging maupun olahan babi ke Malaysia. Maskapai penerbangan AirAsia sampai mengingatkan hal ini kepada para penumpang yang hendak menuju Malaysia.
" Pemerintah Malaysia sangat melarang produk-produk daging bagi masuk Malaysia. Jika Anda terbang ke Malaysia dan membawa barang tersebut, mohon buang ke tempat sampah sebelum lepas landar," demikian pernyataan AirAsia di laman resminya.
Dikutip dari The Star, larangan sementara ini diterapkan Malaysia beberapa lama sebelum perayaan Imlek. Awalnya, larangan ini diberlakukan untuk impor daging babi segar dan beku.
Tetapi, Departemen Layanan Veteriner memperluas larangan tersebut. Produk olahan babi seperti kornet, selongsong sosis, daging iris, ham asap, dan enzim babi dari China, Polandia, Rusia, Hongaria, Moldova dan Ukraina dilarang masuk ke Malaysia.
Wakil Menteri Pertanian dan Agroindustri Malaysia, Sim Tze Tzin, mengatakan perluasan diterapkan setelah Korea Selatan dan beberapa negara lainnya menemukan daging babi olahan terkontaminasi virus ASF.
" Ini untuk lebih melindungi negara kita dari ASF dan kami memantau situasi dengan sangat cermat. Produk olahan tidak seharusnya mengandung virus ini tetapi entah bagaimana, mereka terdeteksi, jadi kita harus berbuat lebih banyak," kata Sim.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari