Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi/Shutterstock
Dream – Masa pandemi memberikan dampak pada masyarakat untuk lebih banyak memanfaatkan kegiatan dari rumah, termasuk soal belanja.
Kegiatan belanja online pun juga nggak cuma dilakukan para wanita atau ibu rumah tangga saja. Kaum Adam pun tak mau ketinggalan merasakan momen ini, apalagi kalau ada hal-hal yang berbau diskon.
Ya nggak, sih?
Terinspirasi dari kebiasaan pria yang memiliki selera tersendiri dalam menciptakan sebuah tempat khusus untuk mengakomodir hobi dan kegiatannya, 'BRO CODE VOL. 4: Ini Zona Gue!' hadir mendukung kegiatan kamu #dirumahaja.
Ruang ini digunakan untuk menaruh barang-barang yang diperlukan guna menunjang kegiatan sehari-hari.
Menilik laman itu, terdapat kebutuhan seperti alat-alat olahraga seperti barbel, besi berat dan sebagainya atau kebutuhan ruang kerja untuk Work From Home (WFH) seperti meja kerja, kursi dan lainnya.
“ Ruangan pendukung kegiatan bisa disebut juga men cave-nya kita, kayak kalau di film Batman itu ada batcave,” tutur Kemal Palevi sebagai Sneaker Enthusiast pada acara gathering Shopee 2.2 Men Sale, Rabu, 20 Januari 2021.

Ridwan Hanif selaku Automotive Enthusiast juga merasa antusias dengan adanya 'BRO CODE VOL. 4: Ini Zona Gue!'.
“ Pertama kita tahu barang-barang kebutuhan kita apa dan tau barangnya, setelah itu lagi saat saat sale gini ya kita beli langsung banyak untuk sekalian stok di rumah,” tutur Ridwan di kesempatan yang sama.
Semir, oli mobil dan motor diakui Ridwan jadi barang yang rutin dibeli demi merawat barang pribadi meski tetap #dirumahaja.
“ Apalagi saat sekarang gini, lagi diskon, lagi gratis ongkir, ya kalau bisa 'nyetok' saja setahun, karena pasti ada saja barang rutin yang mau dibeli,” tambahnya.
Selain itu, di ruang ini juga ada barang-barang kebutuhan pokok yang bisa para lelaki beli tanpa repot ke luar rumah, misalnya sabun mandi, shampo, odol, dan sebagainya.
“ Gua kan orangnya agak males untuk keluar, jadi kalau sampo habis, sabun, kondisioner habis, gua belanja online saja, gua langsung beli buat stock,” timpal Kemal.

Buat Sahabat Dream yang nggak mau ketinggalan menikmati sensasi belanja online ini, berikut ada tips dan trik yang bisa kamu lakukan:
- Chat penjual di toko yang kamu tuju
- Tanyakan produk yang siap jual (ready stock)
- Dapatkan kesempatan diskon dari toko tersebut
Selamat berbelanja!
(Laporan: Josephine Widya)
Dream – Selama pandemi Covid-19, pelanggan e-commerce di Indonesia justru naik 66 persen. Kenaikan jumlah ini disebabkan oleh dampak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Berdasarkan survei “ Indonesia Consumption Basket”, sejak tahun 2019, sebanyak 90 persen pengguna internet melakukan pembelian di e-commerce. Fakta ini menjadikan Indonesia menempati peringkat satu di Asia Tenggara sebagai pengguna e-commerce terbesar
Kegiatan belanja online naik sebanyak 14 persen, sedangkan belanja di pusat perbelanjaan turun secara signifikan mencapai 24 persen semenjak pandemi Covid-19 menyerang Indonesia. Sebelum pandemi, sebanyak 72 persen responden survei memilih belanja di toko dibandingkan online.
Berdasarkan laporan dari Redseer, Gross Marketing Value (GMV) e-commerce Indonesia meningkat di kuartal ke dua tahun ini, mencapai US$10 miliar (Rp140,88 triliun) karena dorongan masyarakat yang berganti ke platform daring untuk belanja produk kebutuhan sehari-hari. Misalnya, kesehatan dan perawatan, bahan makanan, dan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).
Pembelian kebutuhan sehari-hari secara online juga mengakibatkan kegiatan belanja ke pasar tradisional menurun drastis menjadi 30 persen dari sebelumnya sebanyak 52 persen.
Beberapa responden yang memilih berbelanja di situs web perusahaan dan media sosial naik tipis selama pandemi, masing-masing menjadi 6 persen dan 3 persen.
Tim riset Bank DBS Indonesia melakukan survei kepada lebih dari 500 responden di Pulau Jawa, termasuk Jakarta dan sebagian kecil di luar Pulau Jawa.
Dari temuan ini, perusahaan kini tidak dapat mengabaikan persaingan yang datang dari online. Survei yang dilakukan Bank DBS Indonesia menyarankan agar perusahaan mempercepat strategi omni-channel atau memulai kemitraan dengan platform e-commerce yang mapan.
Selain menguntungkan para perusahaan besar yang berjualan melalui e-commerce, minat tinggi berbelanja online juga mempengaruhi pertumbuhan UMKM dan pengusaha mikro. Membeli produk milik UMKM melalui e-commerce dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga keberlangsungan ekonomi sekaligus menjaga jarak di tengah pandemi.
“ Pelaku usaha dan UMKM yang terhubung dengan platform online dapat bertahan bahkan tumbuh di tengah pandemi,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, pada #BANGUNRESOLUSI Talks bertajuk 'Digitalisasi Keuangan dalam Meningkatkan Perekonomian'.
Meskipun peminat belanja e-commerce naik secara tajam selama pandemi, e-commerce Indonesia ternyata sudah berkembang pesat bahkan unggul di kawasan Asia Tenggara sebelum COVID-19 mewabah. Ini juga menjadi salah satu pendorong utama ekonomi nasional.
Nilai Gross Market Value (GMV) dari e-commerce di Indonesia mencapai US$21 miliar (Rp295,84 triliun) pada tahun 2019. Diprediksi angkanya meningkat jadi US$40 miliar (Rp563,5 triliun) pada 2022.
DBS Indonesia menilai peran e-commerce selama wabah penting. Diharapkan kontribusi e-commerce terus berkembang pasca pandemi COVID-19.
Dalam mendukung berkembangnya e-commerce di Indonesia, pemerintah menguatkan jaringan internet di seluruh pelosok Tanah Air.
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro pada pertemuan tahunan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Ministerial Meeting 2019, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia terus meningkatkan pelayanan teknologi komunikasi dan informasi bagi pengguna internet di Indonesia.
Hal ini dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan produktivitas ekonomi dan membuka kesempatan lapangan kerja baru.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan