Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Royal Enfield Kini Berusia 120 Tahun. (foto: Royal Enfield)
Dream – Sejak tahun 1901, Royal Enfield kini menjadi brand motor tertua dalam produksi berkelanjutan. Motor yang tahun ini berusia 120 tahun, menjadi simbol pelestarian dan warisan desain sepeda motor klasik yang otentik dan bersahaja.
Dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 24 Februari 2021, brand yang lahir dari pabrik di Redditch, Inggris, akan melakukan beragam inisiatif di seluruh dunia untuk memperingati warisan panjang dan perjalanan bersepeda motor bersama para penggemar dan komunitas.
Managing Director Royal Enfield, Siddhartha Lal, mengatakan 120 taun merupakan warisan yang panjang untuk brand motor. Siddhartha mengatakan Royal Enfield bukanlah motor yang biasa.
“ Royal Enfield adalah simbol ketangguhan dan penjelajahan yang mampu membangun budaya leisure riding yang berkembang cepat di berbagai penjuru dunia,” kata dia.
Selama bertahun-tahun, perusahaan ini berupaya tampil otentik, unik, dan berbeda dari yang lain. Perusahaan itu juga membentuk genre sepeda motor rekreasi yang mudah diakses, inklusif, dan relevan.
“ Cita-cita kami adalah memperkuat posisi Royal Enfield sebagai brand yang benar-benar global dan kami akan terus menantang diri kami sendiri untuk mengembangkan produk dan pengalaman terbaik, yang menjadi bekal kami untuk melangkah lebih jauh dan menembus batas-batas yang ada,” kata dia.
Motor ini dinilai telah teruji oleh waktu dan mencetak rekor. Salah satunya adalah pelopor sepeda motor dan legenda Royal Enfield, Winifred Wells, yang mengendarai Royal Enfield Bullet 350 cc dari Perth ke Sydney dalam 22 hari. Kemudian, dia juga mengeber momtornya untuk mengelilingi Australia bersama ayahnya selama 65 hari.
Di Asia Tenggara, diler brand motor ini hadir di Singapura. Namanya makin populer di tahun 1950-an dan negara itu menjadi pusat distribusi untuk seluruh wilayah Asia Tenggara.
Selain itu, Royal Enfield berhasil bertahan melewati dua Perang Dunia, pabrik yang hampir ditutup pada tahun 1967 dan 1977.
“ Pencapaian tonggak sejarah 120 tahun ini merupakan momen yang membanggakan bagi kami. Tidak banyak brand yang mampu bertahan diuji waktu dan berkesempatan untuk beroperasi selama lebih dari satu abad,” kata Head International Business APAC Royal Enfield, Vimai Sumbly.
Vimai mengatakan brand motor itu bisa bertahan berkat bantuan dari para pelanggan, mitra, dan komunitas.
“ Perjalanan dan petualangan merekalah yang menjadikan brand ini legendaris. Tahun ini di wilayah Asia Pasifik, kami akan mengadakan sejumlah kegiatan yang melibatkan komunitas sebagai bentuk penghargaan atas dukungan mereka,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya