7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Bagaimana Respons BKPM Tentang Tesla Yang Memilih India Jadi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik? (foto: Shutterstock)
Dream – Tesla dikabarkan memilih India untuk berinvestasi dalam membangun pabrik baterai kendaraan listrik. Menanggapi kabar ini, pemerintah Indonesia terus melakukan negosiasi untuk bisa memikat produsen kendaraaan itu untuk membangun industri mobil listrik di Tanah Air.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, masih optimistis, pemerintah mampu menarik Tesla ke dalam negeri. Bahlil lantas menceritakan pengalamannya merayu LG untuk bisa berinvestasi di Indonesia.
“ Jadi kalau orang dalam bernegosiasi bisnis, deal-dealan, itu biasa lah pasang surut itu. Dunia belum berakhir, jangan pesimis,” kata Bahlil dalam teleconference, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 24 Februari 2021.
“ Barang ini masih jalan terus. Sama dengan saya melakukan negosiasi dengan LG, itu kan pasang surutnya tinggi juga. Satu tahun lebih baru clear,” kata dia.
Bahlil mengatakan, proses negosiasi saat ini dikomandoi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
“ Namun saya ingin menyampaikan begini. Ini kan masih nego, enggak ada yang hengkang. Kalau hengkang itu kan udah tiba langsung pergi, ini masih berproses,” kata dia.
Bahlil pun meminta support agar Tesla pada akhirnya bisa berinvestasi dalam membangun pabrik baterai kendaraan listrik (EV battery) di Indonesia.
Khususnya setelah Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) berhasil diimplementasikan.
“ Jadi doakan saja lah yang terbaik. Dan saya yakinkan bahwa Insya Allah dengan Undang-Undang Cipta Kerja ini akan melahirkan iklim yang lebih baik bagi pengembangan usaha kita dan kemudian membangun persepsi positif,” ujar dia.
(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)
Dream – Tesla Inc berencana membuat pabrik kendaraan listrik di India untuk pertama kalinya. Keputusan membuka peluang pertumbuhan baru setelah menyiapkan pabrik produksi di Tiongkok.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis 18 Februari 2021, lokasinya berada di Karnataka, India. Pejabat setempat telah bernegosiasi selama enam bulan dan mempertimbangkan untuk merakit mobil di pinggiran Kota Bangalore, ujar sumber.
Menaggapi hal itu, Tesla tak memberikan komentar dan mengkonfirmasi resmi pernyataan pejabat setempat.
![]()
Diketahui, Tesla sedang mengkaji untuk pembangunan perkantoran di wilayah ini. Tak hanya itu, perusahaan Elon Musk juga berencana untuk membangun fasilitas pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di negeri Bollywood itu.
Seorang sumber menyebut Tesla akan fokus di Banglore karena akan menjadi pusat teknologi dan kedirgantaraan. Perusahaan ini juga telah memasukkan unit India dan mendaftarkan kantornya di kota tersebut.
CEO Tesla, Elon Musk, memastikan Tesla akan masuk ke India pada Januari setelah berbulan-bulan berspekulasi. Orang terkaya di dunia ini mencuit “ seperti yang dijanjikan” pada 13 Januari 2021. Cuitan ini menanggapi sebua pemberitaan di blog yang menyebut perusahaan ini akan membuka pabrik di India.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?